Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengawasan terhadap penyerapan dana penempatan pemerintah akan dilakukan lebih ketat. Setelah meninjau langsung kantor pusat PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), ia menegaskan pemeriksaan serupa juga bakal diterapkan ke bank-bank Himbara lainnya secara acak.
“Saya akan cek bank yang lain juga seperti itu, secara random,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (30/9).
Dalam sidaknya ke BNI, Purbaya ingin memastikan penyerapan anggaran dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun benar-benar digunakan untuk penyaluran kredit produktif. Ia juga menekankan perlunya proyeksi penyaluran kredit yang jelas.
“Saya datang ke bank itu untuk memastikan mereka bisa menyalurkan kredit itu. Saya ingin tahu juga proyeksi kredit mereka seperti apa ke depan,” kata Purbaya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan dana pemerintah benar-benar disalurkan ke sektor produktif melalui kredit, bukan untuk membeli dolar Amerika Serikat (AS), yang berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025, pemerintah menempatkan dana Rp55 triliun di Bank Mandiri, BNI, dan BRI; Rp25 triliun di BTN; serta Rp10 triliun di BSI, dengan total Rp200 triliun.
Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2025, Purbaya menekankan bahwa dana dengan bunga rendah ini ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan, menekan biaya dana (cost of fund), dan memperbesar ruang penyaluran kredit. Kebijakan tersebut diharapkan bisa mendorong konsumsi, investasi, serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (Ant/P-4)
Dampak penuh dari bertambahnya likuiditas di perbankan perlu 2-3 bulan sejak uang itu diinjeksikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengajak Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk meninjau langsung realisasi penyerapan dana pemerintah.
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak mendadak ke Kantor Pusat BNI untuk memastikan penyaluran kredit dari dana pemerintah Rp55 triliun berjalan optimal.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, meyakini kebijakan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan mendukung wacana Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Thomas keponakan Prabowo Subianto
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dipicu oleh spekulasi pasar mengenai potensi terganggunya independensi Bank Indonesia.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencana pertukaran pejabat antara sektor fiskal dan moneter tidak akan mengganggu independensi Bank Indonesia atau BI
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
EKONOM Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperingatkan Indonesia berpotensi menjadi lahan subur bagi bisnis ilegal apabila praktik pelanggaran hukum terus dibiarkan.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengambil langkah hukum tegas terhadap puluhan perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved