Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DI dunia investasi aset kripto yang sangat dinamis, screener crypto menjadi salah satu alat penting untuk membantu investor dan trader menyaring, memantau, dan menganalisis aset kripto berdasarkan kriteria tertentu, seperti harga, volume perdagangan, dan kapitalisasi pasar.
Dengan screener crypto, pengguna dapat menyortir ratusan aset kripto secara cepat, menghemat waktu, dan mengambil keputusan berbasis data.
Dikutip dari Pintu Academy, platform edukasi aplikasi Pintu, terdapat beberapa jenis screener crypto yang bisa dimanfaatkan, di antaranya Basic Screener untuk pemula dan profesional, Chart Pattern Screener yang berfokus pada indikator teknikal, Screener DEX untuk aset di decentralized exchange, serta Screener On-Chain untuk visualisasi data on-chain.
Masing-masing screener memiliki fitur unggulan seperti pembaruan data real-time, pemberitahuan harga tertentu, dan analisis berbasis data.
Namun, penting bagi pengguna untuk memilih platform screener yang sesuai dengan kebutuhan investasi mereka, seperti CoinMarketCap, TradingView, altFins, DEX Screener, Bubble Maps, dan Arkham Intel.
Selain itu, aplikasi seperti Pintu juga menyediakan berbagai artikel edukatif melalui Pintu Academy, yang dapat menjadi sumber pengetahuan tambahan bagi investor kripto. (Z-1)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved