Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat perpajakan dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Ronny Bako menilai model penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi karena tidak efisien. Ia memahami program ini tidak bisa dihentikan mengingat merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto, namun mekanisme penyalurannya tetap bisa disesuaikan agar lebih efektif.
Ronny mengusulkan agar MBG tidak lagi disalurkan dengan pola saat ini, melainkan digabungkan ke dalam skema bantuan sosial (bansos) sehingga lebih sederhana dan tepat sasaran. Pasalnya, serapan anggaran program itu masih rendah dan manfaat ekonominya belum tampak jelas. Hingga semester I 2025, realisasi anggaran MBG baru 7,1% dari total pagu Rp71 triliun.
“Program MBG tidak efisien. Sebaiknya modelnya diubah seperti bansos khusus anak sekolah,” ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (19/8).
Ronny menuturkan struktur belanja program MBG saat ini lebih banyak dialokasikan untuk modal dan barang, dibandingkan langsung kepada penerima manfaat.
Dengan adanya perubahan skema, anggaran MBG bisa disalurkan lewat satu pintu dengan perluasan penerima bansos, khususnya bagi anak usia sekolah dasar (SD) hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau setara.
Ronny menuturkan pemerintah daerah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapi) dapat dilibatkan karena memiliki basis data penerima yang lebih akurat.
"Selain itu, perlu dilakukan uji petik kepada siswa penerima untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan," jelasnya.
Ronny juga mengingatkan semua janji kampanye presiden dan wakil presiden dalam pilpres akan menjadi program pemerintah yang dibiayai negara melalui pajak. Karena pajak bersifat memaksa sesuai amanat UUD 1945, penggunaannya seharusnya memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan bersifat khusus seperti MBG.
Lebih jauh, ia menekankan agar beban pajak tidak semakin berat, pemerintah sebaiknya mengutamakan program strategis yang berdampak jangka panjang, seperti swasembada pangan dan energi, pembatasan impor, serta penguatan produksi dalam negeri. Dengan begitu, pemanfaatan pajak benar-benar sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. (E-3)
KEPALA BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar seluruh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), fokus pada peningkatan SPPG
PRESDIEN Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis atau MBG tak akan dihentikan meski mendapat kritik terkait besarnya kebutuhan anggaran di tengah tekanan fiskal.
Prabowo menyatakan penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.
Dia menyebut Program MBG akan kembali disalurkan kepada para penerima per 31 Maret 2026.
Penghentian sementara operasional MBG ini merupakan bagian dari manajemen strategis agar distribusi tetap tepat sasaran.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Bank Mandiri menyalurkan sebanyak 2.000 paket sembako.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
Asosiasi industri hilir sawit mengajak masyarakat untuk lebih mengenal manfaat kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved