Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang diumumkan bulan ini akan mengancam penerimaan negara nasional, khususnya menyangkut kebijakan akses bebas tarif dan non-tarif bagi produk asal AS.
"Secara struktural, kebijakan ini dapat membawa risiko terhadap penerimaan negara melalui dua jalur utama," ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (17/7).
Pertama, kebijakan tarif nol persen untuk produk AS berpotensi menyebabkan peningkatan signifikan impor, mengingat produk-produk AS seperti komoditas pangan yaitu kedelai dan gandum, produk energi berupa minyak mentah dan elpiji, serta barang konsumsi seperti elektronik dan farmasi akan semakin kompetitif di pasar domestik. Akibatnya, produsen lokal akan menghadapi tekanan besar karena daya saing barang domestik berkurang dibandingkan produk impor yang lebih murah.
Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya substitusi produk lokal oleh produk impor dalam jangka pendek hingga menengah. Josua mengatakan apabila industri lokal terpukul, bakal mempengaruhi penerimaan negara dari sektor domestik.
"Pajak penghasilan perusahaan dan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri pun dapat mengalami perlambatan," tegasnya.
Kedua, penurunan tarif ekspor produk Indonesia ke AS dari rencana semula 32% menjadi 19% sebenarnya cukup membantu dalam mempertahankan pasar ekspor Indonesia di AS. Namun, tarif 19% ini masih merupakan hambatan yang signifikan, walaupun lebih rendah dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam (20%).
Efek positif yang didapat dari pengurangan tarif ini adalah menghindarkan potensi kerugian yang lebih besar apabila tarif tetap berada di angka 32%. Namun, peningkatan ekspor akibat penurunan tarif ini diperkirakan relatif terbatas. Ini karena pasar AS menyumbang sekitar 10% dari total ekspor Indonesia, atau sekitar 2% dari produk domestik bruto (PDB).
"Jadi, dampak positifnya terhadap penerimaan negara mungkin akan bersifat terbatas," jelas Josua.
Dia menekankan jika kebijakan tarif nol persen tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan daya saing dan produktivitas sektor domestik secara signifikan, maka dampak jangka pendek hingga menengah terhadap penerimaan negara bisa cenderung negatif.
Potensi risiko penurunan penerimaan negara akibat tekanan terhadap industri lokal harus segera diantisipasi melalui strategi hilirisasi, diversifikasi ekspor ke negara lain selain AS, peningkatan efisiensi dan kualitas produk lokal, serta penguatan investasi sektor riil.
Menurut Josua, tanpa antisipasi yang baik, kesepakatan dagang ini dapat memperbesar risiko defisit perdagangan dengan AS. "Pada akhirnya berdampak pada melemahnya struktur penerimaan negara dalam jangka panjang," tutupnya. (E-4)
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PEMERINTAH memilih melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahap perumusan kebijakan menyusul kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat yang berdampak langsung pada sektor strategis.
WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa kementeriannya mendapat permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan standar produk impor.
PEMERINTAH membuka ruang konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kebijakan strategis pascakesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut secara khusus dilakukan untuk melaksanakan penugasan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menko Airlangga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas seluruh substansi tarif resiprokal.
perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dinilai sangat merugikan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved