Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah mencairkan anggaran gaji ke-13 ASN senilai Rp 21,18 triliun. Anggaran itu untuk para ASN pemerintah pusat, TNI, maupun Polri, pensiunan dan ASN Pemda per 2 Juni 2025 pukul 16.00 WIB.
Merespon hal itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyatakan bahwa gaji ke-13 bagi ASN bisa mendorong konsumsi rumah tangga meskipun terbatas.
"Kenapa terbatas? Jumlah ASN hanya 4,7 juta orang dengan variasi gaji+tunjangan yang berbeda. Gaji ke-13 tidak akan mendorong konsumsi rumah tangga secara signifikan. Terlebih untuk saat ini, semua orang menengah menahan konsumsinya. Mereka berjaga-jaga ke untuk antisipasi kondisi ekonomi ke depan," ucap Huda saat dihubungi, Selasa (3/6).
Penghasilan beberapa ASN, sambung Huda, juga berkurang akibat adanya efisiensi terutama bagi ASN yang banyak mendapatkan tambahan pendapatan dari perjalanan dinas. Ia menilai, efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah memotong cukup besar porsi pendapatan mereka.
"Jadi gaji ke-13 hanya untuk menutup kehilangan pendapatan dari perjalanan dinas mereka. Maka mereka juga tidak akan terdorong untuk menggunakan gaji ke-13 untuk menambah konsumsinya," tutur Huda. (H-3)
Para pedagang berharap cairnya gaji ke-13 bagi ASN, TNI dan Polri dapat mendongkrak penjualan hewan kurban.
PENGAMAT kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Hardiansyah mengatakan, pemberian gaji ke-13 bagi ASN harus dievaluasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Gaji ke-13 ASN dan pensiunan cair hari ini berikut besarannya
Pemerintah mulai mencairkan gaji ke-13 kepada para aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan pada awal Juni 2025. Kebijakan ini dinantikan banyak ASN sebagai tambahan penghasilan.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengumumkan Peraturan Pemerintah Tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13 Bagi Aparatur Negara (ASN), Pensiunan, Penerima Pensiun
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Perekonomian nasional pada kuartal III 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, meski fondasi ekspansinya belum merata antarkomponen.
Konsumsi masyarakat tetap menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sekitar 53%.
Kinerja perekonomian pada triwulan III 2025 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 disebabkan oleh faktor musiman.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved