Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa dalam perdagangan pada Jumat (4/4) malam, mata uang rupiah menembus level Rp17.006 per US Dollar. Ibrahim menjelaskan, hal itu disebabkan karena banyaknya fundamental yang mempengaruhi pelemahan mata uang rupiah.
"Salah satunya adalah rilis data tenaga kerja di Amerika di luar ekspektasi lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya. Kemudian yang kedua, The Fed memberikan testimoni di hari Jumat malam, dia mengatakan bahwa terlalu dini untuk menurunkan suku bunga saat ini dalam kondisi ekonomi global sedang bermasalah dan implasi masih tetap tinggi. Penurunan suku bunga menunggu dampak dari perang dagang," ucap Ibrahim dikutip dari rekaman suara yang diterima, Sabtu (5/4).
Hal tersebut, lanjut dia, akan menutup kemungkinan The Fed yang akan menurunkan suku bunga dalam tahun ini sebesar 3 kali atau 75 basis poin yang membuat indeks US Dollar kembali lagi mengalami penguatan yang cukup signifikan.
"Kemudian yang ketiga tentang masalah perang dagang di mana kita melihat bahwa kondisi perang dagang saat ini bukan saja terkena dampak terhadap Tiongkok, Eropa, Kanada, Meksiko. Tetapi hampir semua negara terkena biaya impor, salah satunya adalah Indonesia yang terkena dampak biaya impor sebesar 32%," bebernya.
Pemerintah, sambungnya, mesti mencontoh negara-negara lain yang melakukan perlawanan terhadap apa yang dilakukan Amerika Serikat, seperti memberikan biaya impor 32% terhadap produk-produk impor dari AS, bukan malah melakukan negosiasi.
Ibrahim menyampaikan, faktor geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang terus memanas, juga menjadi faktor mata uang rupiah kembali lagi mengalami pelemahan yang cukup signifikan.
Ia memprediksi bahwa Bank Indonesia (BI) akan melakukan melakukan triple intervensi pada Senin (7/4) mendatang khususnya di pasar valuta asing obligasi perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).
"Tetapi kemungkinan besar intervensi tersebut itu pun juga tidak akan terlalu berpengaruh, terlalu besar. Karena ada kemungkinan pada saat pembukaan pasar di hari Senin rupiah akan tembus level Rp17.050," pungkasnya. (Fal/M-3)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai indeks dolar AS (U.S. Dollar Index/DXY) masih bergerak dalam gejolak (volatile).
PENUNJUKAN Thomas Aquinas Muliatna (AM) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi menekan pasar keuangan domestik, khususnya nilai tukar rupiah.
Menurutnya, optimalisasi belanja pemerintah menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menyatakan pemerintah percaya penuh terhadap langkah dan strategi bank sentral.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan pelemahan nilai tukar rupiah dipicu isu pencalonan Thomas A. M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai peluang pembalikan tren pelemahan rupiah dalam jangka pendek hingga menengah masih terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved