Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA disebut bakal menghadapi ancaman serius dalam ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru. Indonesia masuk dalam daftar negara yang dikenai tarif balasan lebih besar. Berdasarkan kebijakan Trump, mulai Rabu (9/4), tarif impor untuk produk asal Indonesia akan melonjak hingga 32%.
Keputusan Trump ini dipandang sebagai pukulan telak bagi industri ekspor Indonesia, terutama sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronik, dan alas kaki yang selama ini bergantung pada pasar AS.
"Dampak kebijakan ini ekspor berisiko terjadi pada sektor tekstil, alas kaki dan elektronik yang mungkin kesulitan di pasar AS," ujar ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang kepada Media Indonesia, Kamis (3/4).
Selama ini AS menjadi tujuan utama pasar ekspor TPT Indonesia. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia pada Februari 2025 sebesar US$1,02 miliar atau setara Rp17,07 triliun. Angka ini naik 1,41% dibanding Januari 2025. Kenaikan ekspor TPT tersebut paling besar ke AS dengan jumlah US$17,4 juta atau melonjak 4,13% jika dibandingkan Januari 2025.
Hosianna berpendapat dengan Indonesia masuk dalam daftar negara yang dikenai tarif balasan lebih tinggi dari AS, dapat meningkatkan kekhawatiran investasi bagi investor asing.
"Perusahaan-perusahaan asal AS dapat mengurangi investasi di Indonesia," katanya.
Pada Rabu (2/4) waktu AS, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan yang disebut Hari Pembebasan, yakni pengenaan tarif dasar 10% untuk impor dari semua negara, yang berlaku mulai 5 April 2025. Namun, negara-negara yang dianggap sebagai pelanggar terburuk karena hambatan perdagangan, seperti Indonesia, menghadapi tarif timbal balik yang lebih tinggi mulai Rabu (9/4).
Mengutip Yahoo Finance, tarif tambahan yang lebih tinggi ini berdampak pada mitra dagang utama AS, yakni dengan Uni Eropa yang dikenakan tarif impor 20% dan Tiongkok sebesar 34%. Mitra utama lainnya termasuk India dengan tarif tambahan 26%, Korea Selatan 25%, dan Jepang 24%.
Trump mengatakan, "untuk negara-negara yang memperlakukan kami dengan buruk, kami akan menghitung tarif gabungan dari semua tarif mereka, hambatan non-moneter, dan bentuk kecurangan lainnya,"
Kendati demikian, beberapa barang seperti tembaga, farmasi, semikonduktor, kayu, emas, energi, dan mineral tertentu tidak akan dikenakan tarif timbal balik,menurut lembar fakta Gedung Putih.
Mitra utama AS seperti Kanada dan Meksiko juga tidak terkena tarif baru ini, tambah pejabat AS. Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif 25 persen pada impor dari kedua negara, dengan tarif lebih rendah untuk energi dari Kanada, dan tarif ini akan tetap berlaku.
Gedung Putih juga mengatakan bahwa tarif terbaru berbasis negara ini tidak ditumpuk di atas tarif spesifik sektor, seperti yang sudah berlaku untuk impor baja dan aluminium. (H-4)
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved