Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merayakan Hari Ulang Tahun ke-22 dengan menggelar tasyakuran dan buka puasa bersama, dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero), bertempat di Kantor FSPPB, Jakarta.
Mengusung tema Pertamina Tangguh Bersama Pekerja Untuk Energi Berdaulat, acara ini menjadi momen refleksi sekaligus komitmen untuk memperkuat sinergi antara pekerja, manajemen dan perusahaan dalam menghadapi dinamika di sektor energi nasional. Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan, dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada FSPPB.
Menurutnya usia 22 tahun sudah cukup matang bagi FSPPB agar semakin berkontribusi kepada negara secara umum dan Pertamina secara khusus. Momen tasyakuran dan buka puasa ini, menurutnya adalah momen yang diharapkan, sebagai wujud sinergi antara serikat pekerja dan manajemen.
Dia juga berharap sinergi dan kolaborasi di masa datang bisa berjalan lebih erat, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, guna mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan di masa yang akan datang.
“Komitmen Pertamina,untuk menjaga Pertamina sebagai pilar kemandirian energi bangsa,harus senantiasa ditumbuhkan bersama, diantara manajemen dan serikat pekerja. Kunci Pertamina Jaya, adalah sinergi antara manajemen dan serikat pekerja," tegasnya dalam keterangannya, Rabu (19/3).
Pada Kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri berharap di momen Ramadan, persatuan, kekeluargaan, kekerabatan antara manajemen dan serikat pekerja bisa semakin erat.
“Semoga persatuan, kekeluargaan, kekerabatan yang ada di antara kita tidak hanya dalam waktu atau saat tertentu saja, tapi juga saat ini dan masa-masa yang akan datang," paparnya.
Sementara Presiden FSPPB Arie Gumilar menyampaikan bahwa antara elemen pekerja melalui FSPPB, bersama dewan komisaris dan dewan direksi, bersama-sama satu dengan lainnya, berkomitmen menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan menjadikan Pertamina lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
FSPPB tentunya punya misi yang tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap anggota dan keluarga, yang paling penting adalah bagaimana komitmen serikat pekerja untuk menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan juga memperjuangkan kedaulatan energi Indonesia.
“Sejalan dengan visi dan misi Pertamina saat ini, sekaligus yang diinginkan oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana Pertamina hendaknya kedepan menjadi soko guru terciptanya swasembada energi Indonesia untuk ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Hal ini dapat terwujud dengan integrasi Pertamina dari hulu ke hilir dan menjadikan Pertamina sebagai Perusahaan Umum di bawah kendali langsung Presiden RI, sehingga rantai pasok lebih efisien," ujar Arie.
Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, secara serentak di momentum yang sama, sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Sebanyak 25 Serikat Pekerja konstituen FSPPB di seluruh wilayah operasi Pertamina menyalurkan santunan senilai Rp 800 juta kepada lebih dari 100 lembaga penerima, termasuk masyarakat prasejahtera, panti asuhan, dan pusat layanan kesehatan.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama, serta doa untuk kemajuan Pertamina dan bangsa. Kolaborasi ini semakin mengukuhkan bahwa ketangguhan Pertamina lahir dari dedikasi pekerja yang berintegritas, siap menghadapi tantangan global dengan semangat kebersamaan. (Cah/P-3)
Komisi VI memberikan apresiasi atas kerja keras Pertamina dalam merespons bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra yang terjadi pada jelang akhir tahun lalu.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyoroti agenda transformasi BUMN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama PT Pertamina (Persero).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan seluruh kapal milik PT Pertamina harus dibangun di galangan kapal dalam negeri.
Kerry Adrianto Riza, saksi mahkota dalam kasus korupsi tata kelola minyak, membantah tekanan dari ayahnya atau Irawan Prakoso terkait kontrak sewa terminal BBM OTM dengan Pertamina.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved