Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi menuturkan pemerintah terus aktif menggaet investasi ekonomi hijau.
Ia mengatakan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menjadi langkah awal menuju Indonesia Emas 2045, telah memuat sejumlah arah kebijakan penerapan ekonomi hijau dalam transformasi ekonomi.
"Dalam menghadapi perubahan global, pemerintah harus terus responsif dalam menarik investasi berkelanjutan melalui pengembangan ekosistem ekonomi hijau," ujarnya dalam acara Kompas 100 Outlook di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (17/2).
Edi menyampaikan investasi berkelanjutan dapat membuka peluang-peluang ekonomi baru. Berdasarkan laporan Bloomberg New Energy Finance (Bloomberg NEF) 2023, transisi energi bersih membutuhkan investasi senilai US$3,1 triliun per tahun hingga 2050.
"Sektor seperti energi terbarukan, ekonomi sirkuler, dan teknologi hijau diprediksi akan menciptakan 25 juta lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau," terangnya.
Dengan melimpahnya sumber daya energi terbarukan mulai dari energi surya, hidro hingga panas bumi, Edi sesumbar banyak investor berkeinginan menanamkan modalnya di Tanah Air.
"Tiap hari kami menerima kedatangan investasi dari luar negeri yang semuanya bicaranya adalah energi bersih," katanya.
Ia kemudian mengungkapkan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik, menjadi upaya pemerintah dalam mendorong investasi berkelanjutan.
"Lewat Perpres No.112/2022, yang menargetkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi sebesar 23% pada 2025 dan 31% pada 2050, menjadi langkah signifikan pemerintah," ucapnya.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sunarso menegaskan komitmen salam penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. Pihaknya mengaku telah menyusun strategi keberlanjutan BRI yang fokus pada tiga pilar. Yakni, environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola) atau dikenal ESG.
"Jadi, ESG itu menurut saya, akan bisa jalan kalau dimulai dari governance yang baik dulu untuk menjalankan praktik bisnis berkelanjutan" imbuhnya.
Terkait pilar sosial, Sunarso menegaskan BRI terus memberdayakan masyarakat akar rumput lewat penyaluran kredit. Perusahaan pelat merah itu berhasil menyalurkan kredit hingga Rp1.354,64 triliun sepanjang 2024. Dari jumlah itu, penyaluran kredit terbesar diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan nilai Rp1.110,37 triliun.
"Kredit BRI sebesar Rp1.110 ditujukan untuk UMKM. Jadi, ini bentuk pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (E-4)
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Great Institute menyelenggarakan seminar Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8%.
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan langkah-langkah deregulasi guna meningkatkan efisiensi ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved