Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2024 tercatat 5,02% secara tahunan (year on year/yoy). Itu membuat laju perekonomian Indonesia di sepanjang tahun lalu mencapai 5,03% (yoy).
Angka pertumbuhan ekonomi 2024 itu dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp12.920,28 triliun dan PDB Atas Dasar Harga Berlaku sebesar Rp22.138,96 triliun.
"Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% pada triwulan IV 2024 dan 5,03% sepanjang tahun 2024," ujar Pelaksana tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (5/2).
Dia menerangkan, sepanjang 2024 seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Industri pengolahan yang memiliki distribusi terhadap PDB sebesar 18,08%, misalnya, mengalami pertumbuhan 4,43% (yoy).
Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi tedjadi di jasa lainnya, yaitu tumbuh 9,80% dan distribusinya terhadap PDB sepanjang 2024 ialah sebesar 2,05%.
"Jasa lainnya ini ditopang oleh peningkatan aktivitas rekreasi seiring peningkatan jumlah wistawan nusantara dan mancanegara, serta berbagai event olahraga dan hiburan," terang Amalia.
Sedangkan berdasarkan pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi distributor utama PDB Indonesia, yakni mencapai 54,04% dengan pertumbuhan 4,94% di sepanjang 2024. "Konsumsi rumah tangga memberikan sumber pertumbuhan terbesar sepanjang tahun 2024 yaitu 2,60%," kata Amalia. (Z-6)
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved