Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA literasi keuangan di Indonesia menunjukkan kenaikan konsisten sejak 2013 hingga 2024. Melansir data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan per 2024 berada pada level 65,43%, naik signifikan dari 2022 yang mencapai 49,68%.
Sayangnya, tingkat inklusi keuangan masyarakat pada 2024 malah menurun ke level 75,02%, dari 2022 sebesar 85,10%. Angka ini juga menunjukkan gap cukup besar dari target 90% yang diatur pada Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).
Kondisi itu mengindikasikan tingkat ketersediaan akses masyarakat pada lembaga, produk dan layanan jasa keuangan masih perlu ditingkatkan.Salah satu yang jadi sorotan ialah rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal yang hanya 4,11% dan 5,19% (berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022).
Berangkat dari hal itu, Syailendra Capital bersama PT Bank Victoria International Tbk berkolaborasi mendongkrak tingkat literasi dan inklusi pasar modal.
Kolaborasi ini diwujudkan dengan hadirnya empat produk reksa dana milik Syailendra Capital yang bisa diakses di jaringan Bank Victoria. “Kami berkomitmen mendukung upaya pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, termasuk di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas pada produk investasi."
"Dengan menyediakan instrumen investasi aman, terpercaya, terjangkau serta mudah diakses, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor reksa dana secara signifikan di Indonesia,” ungkap Chief Marketing Officer Syailendra Capital Harnugama.
Ia mengatakan ada empat produk reksa dana Syailendra Capital. Pertama, reksa nana pasar uang (Syailendra Dana Kas). Produk ini fokus pada investasi 100% dalam instrumen pasar uang yang memiliki tingkat risiko relatif rendah dan likuiditas tinggi tapi tetap memberikan imbal hasil menarik sehingga cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif dengan tujuan investasi jangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun).
Kedua, reksa dana saham (Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) kelas A yang memiliki alokasi aset mayoritas instrumen saham. Produk ini dikelola secara aktif. Per 1 Desember 2024, SEOF dikelola dengan strategi lebih agresif dan mengurangi komponen indexing. Investasi ini cocok bagi investor dengan profil risiko agresif dan jangka panjang.
Ketiga, reksa dana pendapatan tetap (Syailendra Fixed Income Fund/SFIF) yang memiliki alokasi aset mayoritas instrumen surat utang negara (SUN), sukuk dan obligasi korporasi. SFIF cocok untuk investor dengan profil risiko moderat dan tujuan jangka menengah-panjang.
Terakhir, reksa dana indeks berbasis saham (Syailendra MSCI Value Index Fund/SMSCI) kelas A dan fokus pada saham berkapitalisasi besar yang undervalued (murah), sehingga berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang. SMSCI cocok untuk investor dengan profil risiko agresif untuk tujuan keuangan jangka panjang.
President Director Bank Victoria Achmad Friscantono percaya kehadiran produk reksa dana Syailendra Capital di cabang Bank Victoria semakin memudahkan nasabah sebagai alternatif investasi mereka. "Ini sejalan dengan visi kami jadi bank pilihan nasabah terpercaya, sehat, efisien, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ucapnya.
Ia optimistis kerja sama ini membuat aktivitas transaksi reksa dana nasabah Bank Victoria terus tumbuh, khususnya nasabah luar kota Jakarta. CEO Syailendra Capital Fajar R Hidajat berharap kolaborasi strategis bersama Bank Victoria memungkinkan masyarakat lebih mudah mengakses produk reksa dana unggulannya bahkan bagi nasabah luar Jakarta seperti Surabaya, Bandung, Manado, Bali, Makassar, Solo, dan Medan. (H-2)
Pelajari strategi manajemen keuangan rumah tangga terbaru 2026. Gunakan teknologi AI untuk atur anggaran, investasi, dan amankan dana darurat Anda.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
PENGGUNA layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan generasi Milenial dan Gen Z.
PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) kembali menghadirkan Bright Talk, sebuah program literasi keuangan yang dikemas secara interaktif dan inspiratif.
Layanan kebutuhan dana jangka pendek itu diberikan dengan berbagai jenis jaminan, seperti emas, elektronik, kendaraan, tas, dan jam tangan.
Literasi keuangan bukan hanya penting di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat di daerah-daerah.
OJK meluncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing dan menegaskan ketahanan perbankan dalam menghadapi risiko iklim.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
OJK memberikan sanksi denda senilai Rp5,7 miliar kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan manipulasi harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk atau IMPC untuk saham gorengan
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal, termasuk manipulasi harga dan insider trading.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) membongkar kasus manipulasi saham yang melibatkan influencer atau pegiat media berinisial BVN, atau diduga Belvin Tannadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved