Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebagai komitmen mewujudkan kinerja keberlanjutan berdasarkan prinsip environmental, social & governance (ESG), PT Pertamina EP Cepu (PEPC), yang merupakan bagian dari Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, melaksanakan aksi tanam 157.753 pohon. Penanaman itu dilaksanakan di area seluas sekitar 127,48 hektare (ha) sebagai rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibuni di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Penanaman Pohon Serentak Se-Indonesia yang dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Penanaman pohon dihadiri Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin, Direktur Rencana dan Penggunaan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Roosi Tjandrakirana, Forkopimda, dan perwakilan SKK Migas.
“Dalam menjalankan tugas untuk mendukung ketersediaan energi nasional, kami meyakini bahwa operasi migas dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan masyarakat lokal. PEPC memiliki komitmen kuat mewujudkan keberlanjutan dengan prinsip ESG. Melalui penanaman pohon ini kami ingin berkontribusi mendukung upaya dunia mengatasi perubahan iklim, demi masa depan bagi anak dan cucu kita melalui pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar GM PEPC JTB Mefredi.
Penanaman pohon ini merupakan komitmen perseroan untuk mendukung upaya mengurangi emisi karbon, dengan potensi serapan karbon 2.134,40 CO2eq. Program tersebut juga sejalan dengan agenda internasional Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, tujuan 15 Menjaga Ekosistem Darat, tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 16 Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, dan tujuan 17 Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.
Di samping itu, PEPC juga mendorong agar ada manfaat ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu pohon yang ditanam adalah tanaman produktif dengan jenis tanaman 114.687 pohon pinus, 25.124 pohon ganitri/manglid, 11.516 pohon KPS, dan 6.427 pohon kopi.
"Penanaman ini dilakukan dengan skema pemberdayaan masyarakat yang diharapkan memberikan dampak ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," tuturnya.
Penanaman pohon di Cianjur merupakan penanaman dalam jumlah besar kedua setelah sebelumnya PEPC JTB menanam 180 ribu pohon di atas lahan seluas 165 hektar di Desa Ngadirengo, Kecamatan Wingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada 2024. Dalam waktu dekat, penanaman juga kembali dilaksanakan di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Di sana akan dilaksanakan aksi penanaman pohon seluas 130 hektar. PEPC yang bertugas mengelola Regional Indonesia Timur sepanjang 2024 telah melakukan penanaman pohon sebanyak 225.966 pohon dengan potensi serapan karbon 2.794 Co2eq.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Rencana dan Penggunaan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Roosi Tjandrakirana menyampaikan apresiasi atas kepatuhan PEPC terhadap peraturan pengadaan lahan kompensasi yang menjadi salah satu kewajiban kepada pemegang ijin pinjam pakai kawasan hutan yang berada di Pulau Jawa dan Lampung.
“Lahan kompensasi PEPC merupakan 1 banding 2, jadi jika PEPC menggunakan menggunakan lahan 145 hektar, wajib menyerahkan 290 hektar atau dua kali lipatnya. Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada PEPC telah memenuhi kewajiban ini,” tuturnya.
Ia memastikan program penanaman pohon akan diikuti dengan pengawasan dan penilaian setelah tiga tahun untuk memastikan penanaman pohon berhasil dilaksanakan dan diserahterimakan hasil penanamannya.
Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin juga mengapresasi inisiatif PEPC mendukung pelestarian alam dengan melakukan penanaman pohon di Cianjur. Terlebih lagi aksi penanaman pohon sangat penting untuk mitigasi bencana di lahan yang mulai gundul. “Pemerintah Cianjur menyambut baik aksi penanaman pohon sebagai tanggungjawab sosial menjawab isu global ini,” tuturnya. (Z-11)
Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah.
Penanaman 5.831 bibit pohon di Desa Sagaranten, Sukabumi, pada Selasa, (23/12) menjadi bentuk aksi pelestarian yang terukur dan berkelanjutan.
Upaya mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNi AL dan Pemprov Jabar.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Hotel Mercure Bandung Nexa Supratman mendapat apresiasi Wali Kota Bandung atas inovasi pengelolaan sampah berbasis ESG yang mampu mengurangi beban sampah kota secara signifikan.
Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari peningkatan kualitas laporan keberlanjutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Isu ESG (Environmental, Social, Governance) semakin menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi global.
Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi.
Lamun berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon.
Keberlanjutan menjadi bagian esensial dari strategi jangka panjang PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved