Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendapatkan dana tambahan Rp10 triliun di awal 2025 ini.
"Jadi ada tenaga baru. Presiden tidak main-main, sangat concern, sangat sayang terhadap koperasi," ucapnya di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Jumat (3/1).
Budi menegaskan, dana tambahan LPDB-KUMKM itu akan diprioritaskan untuk koperasi yang bergerak di sektor riil. Selain itu, dana tambahan LPDB itu juga akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas Kementerian Koperasi.
"Misalnya soal tadi rebranding, digitalisasi koperasi, lalu peningkatan kapasitas koperasi. Itu bisa kita wujudkan, termasuk melakukan revitalisasi terhadap KUD," bebernya.
Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo menambahkan, sepanjang 2024 pihaknya telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,9 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,85 triliun.
"Targetnya Rp1,85 triliun, tapi kita bisa membiayai Rp1,907 triliun. Tercapai 103%," ujarnya.
Sepanjang 2024, lanjut dia, LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir kepada 130 koperasi, dengan rincian penyaluran untuk pola konvensional sebesar Rp1,11 triliun dan pola syariah sebesar Rp795 miliar.
LPDB-KUMKM juga berhasil menjaga kualitas portofolio pembiayaannya dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang terkendali, yaitu sebesar 1,99%.
"Di tengah dinamika perekonomian regional dan internasional yang masih fluktuatif, LPDB-KUMKM berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran LPDB-KUMKM dan dukungan dari berbagai pihak," ujarnya.
Secara kumulatif, sejak 2008 hingga 2024, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp19,55 triliun kepada 3.838 mitra dan telah menjangkau 524.267 penerima manfaat.
Dari total penyaluran kumulatif tersebut, Rp13,84 triliun disalurkan melalui pola konvensional dan Rp5,71 triliun melalui pola syariah.
"Pencapaian kumulatif ini menunjukkan LPDB-KUMKM telah memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan koperasi dan UMKM selama lebih dari 16 tahun," lanjutnya. (Fal/Ant/E-2)
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
MENYIMAK paparan dari salah satu gerai waralaba yang populer di Indonesia saat ini sungguh menarik.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
ASOSIASI Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Seluruh Indonesia resmi dideklarasikan. Deklarasi ini menjadi tonggak penting penyatuan gerakan koperasi desa dan kelurahan.
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
MENTERI Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau dan melakukan gladi bersih persiapan akhir acara launching (peresmian) 80 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Terbentuknya koperasi di setiap desa dan kelurahan diyakini bisa membuat ekosistem ekonomi desa akan menjadi lebih tangguh, mandiri, dan inklusif.
Dari 12 wilayah pendampingan, Provinsi Jawa Tengah mencatat jumlah tertinggi dengan 7.564 desa dari total 8.563 desa telah menggelar Musdesus.
Kopdes Merah Putih akan ditargetkan diluncurkan pada 12 Juli 2025 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Koperasi Nasional.
Melalui kolaborasi bersama Raffi Ahmad, Menkop berharap jumlah masyarakat Indonesia yang berkoperasi akan semakin meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved