Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK bjb kembali membuka peluang investasi menarik bagi masyarakat melalui penerbitan Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024.
Instrumen investasi ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, dengan kupon yang kompetitif sebesar 8,50% hingga 9,50% per tahun. Pembayaran kupon akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.
Surat berharga ini memiliki keunggulan dalam hal keamanan, dengan rating idA (Single A) dari Pefindo, yang mencerminkan kualitas kredit yang baik dan prospek bisnis yang stabil.
Salah satu keistimewaan dari surat berharga ini adalah tidak adanya tanggal jatuh tempo, namun tetap menawarkan fleksibilitas melalui opsi call setelah 5 tahun 6 bulan sejak penerbitan.
Masa penawaran awal untuk Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I berlangsung dari 18 hingga 25 November 2024. Investor ritel maupun korporasi dapat berpartisipasi dengan minimum pemesanan sebesar Rp5 juta, tanpa batas maksimum.
Proses pemesanan pun dirancang mudah, dapat dilakukan melalui rekening efek yang terdaftar di bank bjb.
Dana yang diperoleh dari penerbitan surat berharga ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan bank bjb dan mendukung ekspansi kredit serta penghimpunan dana jangka panjang.
Sebagai tambahan, dana yang terkumpul akan diklasifikasikan sebagai modal inti tambahan (Additional Tier 1), yang membantu memperkuat struktur keuangan bank.
Untuk mendukung kelancaran penerbitan ini, bank bjb menggandeng tujuh underwriters terkemuka, di antaranya PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, dan PT Indo Premier Sekuritas, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. yang bertindak sebagai wali amanat.
Investor yang tertarik dapat melakukan pemesanan mulai 18 November hingga 25 November 2024, dengan distribusi surat berharga secara elektronik dijadwalkan pada 10 Desember 2024.
Pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan berlangsung pada 11 Desember 2024.
Sebagai bukti komitmennya dalam menjaga transparansi, bank bjb menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2024, yang menunjukkan total aset bank mencapai Rp200,25 triliun, meningkat dibandingkan Rp188,29 triliun pada akhir tahun 2023.
Surat Berharga Perpetual ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi investor, di mana pemegang surat berharga berhak menerima penebusan penuh jika opsi call diambil oleh emiten, bank bjb.
Program ini juga bertujuan untuk memperluas akses investasi bagi masyarakat luas, dengan persyaratan yang mudah, yakni memiliki rekening simpanan dan rekening efek di bank bjb.
Melalui inisiatif ini, bank bjb terus berupaya memberikan solusi investasi yang aman, menguntungkan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website resmi bank bjb di www.bankbjb.co.id. #MIA (RO/Z-10)
RUPIAH berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus level 6,45% pada perdagangan Jumat, (20/2).
Kebijakan debt switching, yakni penukaran tenor surat utang pemerintah dengan instrumen baru yang memiliki jatuh tempo lebih panjang, akan dijalankan pada tahun ini.
Di tengah ketidakpastian pasar global dan naik-turun instrumen investasi, banyak orang mulai mencari pilihan yang lebih stabil, transparan, dan mudah diakses.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa disarankan buka-bukaan data terkait dengan dana beberapa pemerintah daerah (pemda) yang diklaim mengendap di bank.
Menkeu Purbaya diminta untuk segera melakukan pembenahan manajemen utang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved