Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berencana menyalurkan subsidi langsung dalam bentuk bantuan tunai langsung (BLT) ke masyarakat miskin. Pengamat ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menerangkan tantangan pertama yang harus diwaspadai ialah akurasi data penerima BLT.
Dalam pengalaman sebelumnya, distribusi BLT sering kali menghadapi tantangan validasi data penerima. Tidak semua masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa terdaftar.
Di sisi lain, mereka yang tidak seharusnya menerima justru terdata sebagai penerima. "Masalah ini disebabkan oleh kurangnya pembaruan data penduduk dan infrastruktur pencatatan yang belum memadai di berbagai wilayah Indonesia," jelasnya lewat keterangan yang diterima Media Indonesia.
Kondisi ini, ungkapnya, bisa mengakibatkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak langsung oleh penghapusan subsidi BBM tetapi tidak mendapat BLT sebagai kompensasi. Untuk mencegah masalah ini, pemerintah perlu melakukan verifikasi dan pembaruan data secara cermat.
Namun, ini membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Jika data penerima tidak akurat, alokasi BLT bisa salah sasaran dan malah memperburuk situasi sosial ekonomi.
Selain masalah data, kebijakan ini juga memiliki potensi meningkatkan ketergantungan masyarakat pada subsidi pemerintah. Pemberian BLT yang terus-menerus bisa membuat masyarakat akan semakin bergantung pada bantuan tunai. Ini merupakan masalah struktural yang sulit diatasi dalam jangka panjang.
Ketergantungan yang terus-menerus pada BLT tanpa perbaikan dalam daya beli masyarakat atau peningkatan kesempatan kerja bisa menimbulkan budaya subsidi yang melemahkan daya saing ekonomi nasional. "Mereka yang terus mengandalkan BLT mungkin akan merasa enggan untuk mencari pekerjaan atau usaha tambahan dan ini bisa menjadi masalah sosial yang mengakar," imbuhnya. (Z-2)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuding Pertamina malas-malasan membangun kilang minyak sehingga Indonesia terus bergantung pada impor BBM
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan subsidi Pertalite, solar, hingga Elpiji 3 kg terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rincian harga asli barang subsidi, mulai dari Pertalite, solar, LPG 3 kg, listrik, hingga pupuk.
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia, yakni Iran vs Israel, kembali memunculkan kekhawatiran global.
Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pemerintah bakal mengganti skema subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dari semula subsidi berbasis komoditas menjadi bantuan langsung tunai (BLT) mulai 2027
APBN 2024 mengalokasikan Rp434,3 triliun untuk subsidi BBM, listrik, LPG, dan pupuk. Subsidi ini menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat, termasuk solar, pertalite, dan pupuk petan
Provinsi Aceh mencatatkan angka realisasi yang sangat impresif yaitu sebesar 91%, setara dengan rata-rata kinerja provinsi di Pulau Jawa.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
MENKO Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.
Pengecekan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra 2025 kini memasuki era digital penuh.
Sebanyak 91.557 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indramayu menerima BLTS Kesra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved