Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rincian harga asli sejumlah barang subsidi, mulai dari Pertalite hingga LPG 3 kilogram (kg), sebelum selisih harga ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat melalui pemberian subsidi dan kompensasi, baik energi dan nonenergi,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (30/9).
Ada delapan jenis barang energi dan nonenergi yang mendapat subsidi dari pemerintah.
“Ini adalah bentuk keberpihakan fiskal yang akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” kata Purbaya. (Ant/P-4)
Menkeu Purbaya targetkan tax ratio 11–12% pada 2026, optimistis penerimaan pajak membaik seiring pemulihan ekonomi dan perkuat pertumbuhan DJP.
Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim telah lama mengetahui keberadaan safe house di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Diperlukan perubahan UU P2SK agar pengaturannya selaras dengan arah dan semangat putusan Mahkamah Konstitusi melalui pengusulan RUU kumulatif terbuka.
Purbaya menilai capaian tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang semakin menguat.
Purbaya pun menilai pengunduran diri Dirut BEI sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah menangani persoalan pasar dengan cepat dan serius.
Purbaya menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, penguatan rupiah tidak sulit untuk diwujudkan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuding Pertamina malas-malasan membangun kilang minyak sehingga Indonesia terus bergantung pada impor BBM
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan subsidi Pertalite, solar, hingga Elpiji 3 kg terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia, yakni Iran vs Israel, kembali memunculkan kekhawatiran global.
Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pemerintah bakal mengganti skema subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dari semula subsidi berbasis komoditas menjadi bantuan langsung tunai (BLT) mulai 2027
APBN 2024 mengalokasikan Rp434,3 triliun untuk subsidi BBM, listrik, LPG, dan pupuk. Subsidi ini menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat, termasuk solar, pertalite, dan pupuk petan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved