Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH investor telah menunjukkan ketertarikan terhadap proyek pembangunan Museum Rumah Rempah di Desa Enkang Anculai, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Proyek ini, yang akan menampilkan hutan hujan seluas 23 hektar, dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata baru di wilayah tersebut.
Venny Tresia, pengembang Museum Rumah Rempah, mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung survei dan penelitian dengan dukungan dari berbagai pihak. "Beberapa investor telah menyatakan minat mereka untuk mengembangkan lokasi ini. Mereka melihat potensi besar dalam konsep museum yang menggabungkan sejarah, edukasi, dan ekowisata," ujar Venny kepada Media Indonesia, kemarin.
Menurut dia, daya tarik utama proyek ini bagi investor adalah lokasinya yang strategis. "Kabupaten Bintan dipilih karena alamnya masih relatif terjaga, dan lokasinya dapat dijangkau dengan perjalanan laut dari Singapura dalam waktu 1–2 jam. Terdapat banyak resort di sekitar lokasi, dan setiap tahunnya ada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara," jelasnya.
Baca juga : Hanaya Land Ramaikan Bisnis Perhotelan Bintaro
Proyek ini akan menghadirkan konsep ekowisata yang unik di Kepulauan Riau. Sekitar 10 hektar lahan akan dijadikan hutan hijau, dilengkapi dengan berbagai jenis tanaman rempah, tanaman obat, dan tanaman hias, serta greenhouse untuk tanaman epifit. Area museum akan terbagi menjadi beberapa klaster, termasuk area umum, hutan, kebun rempah, dan area sosial.
"Indonesia memiliki sejarah sebagai jalur perdagangan rempah dunia, yang menjadi bagian penting dari peradaban bangsa ini di masa lalu. Inilah yang akan kita sajikan kepada pengunjung di museum ini," tambah Venny.
Selain museum, rencana pengembangan juga mencakup pembangunan lahan seluas 5 hektar untuk sekolah berkuda, panti asuhan, dan panti jompo di masa mendatang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai sosial dan ekonomi proyek bagi masyarakat sekitar.
Baca juga : Mentan Amran Sulaiman Undang Investor Vietnam Buka Lahan Peternakan
Meskipun pembangunan masih dalam tahap perencanaan, Venny optimistis proyek ini akan menarik lebih banyak investor. "Target kami adalah memberikan edukasi bagi siswa-siswi, menyediakan fasilitas penelitian bagi mahasiswa, serta menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Museum dengan konsep seperti ini masih sangat jarang di Kepulauan Riau," katanya optimis.
Ketertarikan investor pada proyek ini mencerminkan potensi pertumbuhan sektor pariwisata di Kepulauan Riau, khususnya di bidang ekowisata dan wisata edukasi. Dengan posisi geografis yang strategis dan kekayaan sejarah perdagangan rempah, Museum Rumah Rempah diharapkan dapat menjadi katalis bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. (N-2)
Tingginya minat masyarakat membuat kapal Roro rute Pelabuhan Telaga Punggur–Pelabuhan Tanjung Uban menjadi pilihan favorit.
MENTARI baru saja terbit di ufuk timur Bintan. Cahaya keemasan memantul di permukaan laut Lagoi Bay.
Bea Cukai Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 281.583 benih bening lobster di Perairan Utara Bintan.
Salah satu inisiatif unggulan adalah program pemberdayaan nelayan tradisional bekerja sama dengan KNTI Bintan Utara.
Melalui sistem ini, masyarakat bisa menjadi nasabah, sementara pihak pengelola berperan menyalurkan sampah ke pengepul atau industri daur ulang.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved