Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono mengungkapkan Kementerian Keuangan mesti melakukan upaya ekstra untuk mencapai target pendapatan negara seperti yang tertuang dalam RAPBN sebesar Rp3.005,1 triliun.
"Kemenkeu harus melakukan extra effort dengan didukung sumber daya yang memadai. Adapun optimalisasi pendapatan negara dilakukan dengan tetap mempertimbangkan iklim investasi di tiga sumber pendapatan negara," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (9/9).
Tiga sumber pendapatan itu terdiri dari pajak, kepabeanan dan cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada bidang pajak, kata Thomas, Kemenkeu mesti memperkuat implementasi sistem inti perpajakan (CoreTax System), pelaksanaan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Baca juga : DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenkeu di 2025 Sebesar Rp53 Triliun
Kemudian, bidang pajak Kemenkeu mesti bisa kompatibel dengan digital dan sistem perpajakan global. Itu juga dibarengi dengan pemberian insentif fiskal guna mengakselerasi investasi. Selain itu perlu juga dilakukan joint audit, joint analysis, joint investigation, joint collection, dan joint intelligence, serta penataan organisasi dan wajib pajak di kantor pelayanan pajak.
Lalu pada bidang kepabeanan dan cukai, kata Thomas, Kemenkeu harus bisa memperkuat CEISA, mengembangkan klasifikasi barang yang adaptif dalam mendukung industri dan perdagangan, penguatan dan pengembangan pengawasan, dan penguatan layanan ekspor dan impor.
Sementara pada bidang PNBP, Kemenkeu mesti mereformasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan Barang Milik Negara (BMN), pembangunan Automatic Blocking System (ABS) dan Simbara, dan penyempurnaan peraturan turunan UU 8/2023 tentang PNBP.
Baca juga : Baru Dilantik, Wamenkeu Thomas Djiwandono Pastikan Anggaran Makan Gratis Selaras dengan RAPBN 2025
Thomas menambahkan, pendapatan negara yang ada di dalam postur sementara RAPBN 2025, setara dengan 12,32% dari PDB. Itu dinilai sebagai capaian yang positif lantaran biaya operasional di tiga bidang sumber pendapatan itu berada dalam tren yang lebih rendah dalam tiga tahun terakhir.
"Apabila dibandingkan dengan cost of collection yang merupakan rasio biaya operasional DJP, DJBC, dan DJA terhadap pendapatan negara terlihat rasionya relatif rendah di bawah 1% pada tiga tahun terakhir," jelasnya.
Sementara dari sisi belanja, Kemenkeu mesti menerapkan dan mempekuat prinsip belanja berkualitas (spending better). Kebijakan yang akan ditempuh untuk menjalankan prinsip tersebut ialah melalui sinkronisasi belanja pusat dan belanja ke daerah.
Kemudian kebijakan penguatan sistem perencanaan dan penganggaran. Lalu penerapan kebijakan standar biaya. Itu diikuti oleh penguatan monitoring dan evaluasi kinerja anggaran. Berikutnya ialah kebijakan penguatan penganggaran K/L. Terakhir ialah kebijakan penguatan tata kelola keuangan negara.
"Program belanja negara diampu oleh DJA dan DJPK. Ada 60 output kegiatan, antara lain, alokasi anggaran prioritas, keibijakan PDRD utk local taxing power, peningkatan perekonomian desa melalui penguatan BUMDes, sinkroinsasi penganggaran pusat dan daerah," jelas Thomas. (Z-11)
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berlangsung.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemarin (30/1).
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan perlunya perubahan cara berpikir dan pendekatan mendasar dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa APBN 2025 mencapai sekitar Rp3.600 triliun, sementara APBD sebesar Rp1.350 triliun, dan seluruh eksekusi anggaran tersebut berada di tangan ASN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved