Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, mengaku sangat kehilangan dengan kepergian Faisal Basri. Bagi JK, Faisal merupakan ekonom yang begitu pintar dan berani.
"Faisal Basri itu orang pintar, intelektual, ekonom yang berani. Dia konsisten dan juga berani menghadapi siapa saja," kata JK kepada wartawan usai melayat di rumah duka Jalan Gudang Peluru, Jakarta Selatan, Kamis (5/9).
Tidak banyak sosok seperti Faisal Basri. Di Indonesia, kata JK, ada banyak ekonom yang pintar, tapi mereka tidak memiliki keberanian untuk menentang arus untuk menyuarakan pendapat. Demikian sebaliknya, banyak yang berani tapi tak memiliki kepintaran.
Baca juga : Luhut Pandjaitan: Faisal Basri Bantu Rumuskan PPKM saat Pandemi Covid-19
Dengan kelebihan itu, JK menilai, sosok seperti almarhum sangat dibutuhkan dalam pemerintahan di negara mana pun.
"Tentu di pemerintahan siapa saja, negara apa saja, membutuhkan sosok seperti Faisal Basri. Ia berani mengingatkan tapi tentu didasari dengan ilmiah dan data," tambah JK.
Seperti diketahui, Faisal Basri meninggal dunia di RS mayapada, Kuningan, sekira pukul 03:50 WIB. Saat ini, almarhum disemayamkan di rumah duka di Komplek Gudang Peluru, Jakarta Selatan.
Rencananya, Faisal Basri akan dimakamkan di daerah Tebet, selepas Salat Ashar. (Z-11)
Didin S Damanhuri Guru Besar FEM IPB dan Paramadina
LANGIT kelabu pada 1998 menjadi saksi bisu runtuhnya tatanan ekonomi Indonesia.
Di saat banyak pemikir yang tak berani berusara, Faisal Basri kerap lantang menyuarakan bobroknya pemerintahan Soeharto kala itu
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengaku ingat momen pertemuan terakhirnya dengan Faisal Basri. Itu terjadi pada 2021, setelah Indonesia menghadapi gelombang pertama pandemi covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan rasa duka dan kehilangan atas meninggalnya Faisal Basri.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Lima santriwati yang hanyut sudah ditemukan semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved