Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan kinerja pasar modal masih menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional.
Di tengah gejolak global seperti tekanan di pasar keuangan dunia dan ketegangan geopolitik, pasar modal Indonesia masih menunjukkan capaian positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pernah menyentuh level tertinggi pada 14 Maret 2024 di level 7.433 poin, serta nilai kapitalisasi pasar yang menembus Rp12.469 triliun pada 28 Mei 2024. Hal ini disampaikan Mahendra dalam acara peringatan 47 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Jakarta, Senin (12/8).
Baca juga : IHSG Berpotensi Koreksi Setelah Dibuka Melemah
Mahendra menerangkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia menorehkan tren positif dengan nilai penawaran umum saat ini sebesar Rp130 triliun dan terdapat 28 emiten baru yang mendaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, terdapat lebih dari 100 perusahaan yang masih berada dalam pipeline penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan nilai indikatif mencapai lebih dari Rp 33 triliun.
"Ini menunjukkan bahwa minat dan peluang dari pasar modal sebagai salah satu upaya penghimpunan dana bagi korporasi di Indonesia makin menjadi andalan," tegasnya.
Kinerja pasar modal yang baik juga terlihat dari jumlah investor yang terus meningkat. Sejak diwajibkannya pembukaan single investor identification (SID) atau nomor tunggal identitas investor pasar modal Indonesia pada 2012, total investor mencapai 13,45 juta per Agustus 2024. Jumlah ini meningkat lebih dari 10% dibanding akhir 2023. Dengan capaian positif tersebut, diharapkan lebih banyak masyarakat yang terlibat menjadi investor.
Baca juga : IHSG Lanjutkan Tren Positif Pagi Ini
"Dan bisa merasakan manfaat pasar modal yang lebih besar lagi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK itu.
Generasi Muda Melek Investasi
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menambahkan, setengah jumlah investor pasar modal Indonesia merupakan generasi Z atau dikenal Gen Z. Investor dengan umur di bawah 30 tahun memiliki proporsi sebesar 55,38% dengan aset Rp 50,75 triliun.
Baca juga : IHSG Ditutup di Zona Hijau
Lalu, mereka yang berada di usia 31-40 tahun mempunyai proporsi 24,09% dengan Rp 119,13 triliun, 11,86% investor berusia 41-50 tahun dengan aset Rp183 triliun, sebanyak 5,69% merupakan investor berusia 51-60 tahun dengan aset sebanyak Rp269,73 triliun, dan 2,98% investor beusia di atas 60 tahun dengan aset paling besar mencapai Rp887,66 triliun.
"Demografi investor memang yang mendominasi adalah mereka berusia 40 tahun ke bawah yang mencapai 79%," ungkap Inarno.
Untuk sebaran investor masih didominasi domestik dengan mayoritas berasal dari pulau Jawa dengan porsi 67,47%, investor dari Sumatra sebanyak 16,64%, dari Sulawesi 5,50%, dari Kalimantan sebesar 5,31%, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 3,77%, dari Maluku dan Papua hanya 1,31%.
Baca juga : IHSG Ditutup Menguat Tipis belum Mampu Tembus 7.300
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat mengungkapkan berkiprah selama 47 tahun, pasar modal Indonesia terus menunjukkan capaian apik terhadap pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan 9 Agustus 2024, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp11,8 triliun. Data tersebut diikuti dengan volume transaksi harian di angka 17,9 miliar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,1 juta kali transaksi. Pada periode yang sama, pergerakan IHSG ditutup pada level 7.256,996.
"Di tengah tantangan global, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang signifikan," ujar Samsul.
Untuk nilai kapitalisasi pasar yang tercatat mencapai Rp12.302 triliun per Agustus 2024. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan akhir tahun 2022 yang sebesar Rp9.499 triliun.
Khusus untuk investor saham, BEI mencatat ada peningkatan lebih dari 600 ribu investor saham menjadi 5,9 juta investor saham per 9 Agustus 2024. Sejalan dengan peningkatan kapitalisasi pasar modal Indonesia, jumlah investor dan emiten diharapkan terus bertambah.
"Peningkatan jumlah perusahaan tercatat menjadi 935 emiten, diikuti peningkatan kapitalisasi pasar yang bernilai Rp12.300 triliun. Ini diharapkan dapat terus meningkat seiring pertumbuhan performance emiten dan jumlah investor," imbuhnya. (J-3)
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved