Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelita Air kembali meraih peringkat tertinggi On-Time Performance (OTP) pada Juli 2024. Dalam zoom meeting Safety Briefing Penerbangan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, disebutkan bahwa persentase OTP Pelita Air mencapai 95,17%.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menyatakan Pelita Air memang layak mendapatkan rangking 1 OTP.
“Ketepatan waktu berangkat Pelita Air membuat saya terkesan. Pelita memang layak mendapatkan rating dengan performa tertinggi karena memang selama ini saya lihat kedisiplinan waktunya itu sangat ketat.” ujar Alvin.
Baca juga : Bidik Potensi Pasar, Pelita Air Tambah Rute Jakarta-Banjarmasin
Sekalipun mengalami delay, menurutnya itu bukan karena kesalahan internal maskapai, melainkan terjadi karena kepadatan traffic di bandara.
"Baik itu di bandara awal kita akan berangkat ataupun kepadatan traffic di bandara sebelumnya,” tuturnya.
Menurut Alvin Lie, berdasarkan survei Apjapi pada akhir Januari hingga awal Februari 2024, dari total 7414 responden, sebanyak 84% menyatakan mereka memilih transportasi udara karena unsur waktu sangat penting bagi penumpang.
“Untuk itu, hal ini sangat berkaitan dengan OTP. Ketepatan waktu sangat penting bagi penumpang.” sebut Alvin.
Selain OTP terdapat beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan oleh maskapai penerbangan seperti rekam jejak keselamatan, kenyamanan bagi penumpang dan keselamatan barang bawaannya. (Z-11)
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Pembukaan rute ini dinilai semakin memperkuat konektivitas Jawa Tengah dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Penyesuaian TBA dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan
Mukhtara Air merupakan maskapai bagian dari Manazil Al Mukhtara Company Holding, perusahaan yang berbasis di Madinah, Arab Saudi.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Selama periode nataru ini, pelanggan dapat menikmati potongan harga hingga 22% untuk pembelian tiket rute domestik
Program ini juga menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Rencana penggabungan atau merger Pelita Air dan Garuda Indonesia masih terus dievaluasi.
Abdul menegaskan bahwa Pelita Air sedang dalam kondisi yang baik dan apabila dilakukan merger berkemungkinan untuk mengalami kendala ke depannya.
Sebagai hadiah utama, satu konten terbaik di akhir periode berhak mendapatkan dua tiket pesawat gratis pulang-pergi Jakarta-Singapura.
Alvin Lie menilai keberhasilan Pelita Air mempertahankan OTP bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan sistem manajemen operasional yang solid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved