Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI bawah naungan Mission of The Republic of Korea to ASEAN, ASEAN-Republic Of Korea Financial Cooperation Center mengadakan “2024 ASEAN-ROK Financial Cooperation Forum” selama dua hari mulai Kamis (4/7).
Forum yang diselenggarakan di Hotel Fairmont Jakarta, Indonesia ini mengusung tema “Peran Badan Usaha Keuangan dan Perbankan sebagai Sarana Promosi Pembangunan Berkelanjutan di ASEAN, Khususnya dalam Memfasilitasi Pertumbuhan Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Financing)”.
Sekitar 300 orang dari pemangku kepentingan sipil-politik turut hadir dalam forum ini, mulai dari Pejabat Pemerintah ASEAN, Bank Dunia (World Bank), Asian Development Bank (ADB), dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office.
Baca juga : Pangsa Pasar Pembiayaan Kendaraan Besar, Perbankan Dituntut Berinovasi
Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Mission of The Republic of Korea to ASEAN, H. E Lee Jang-keun mengatakan, “Dalam forum ini, kami menghadirkan para ahli di bidangnya masing-masing. Mereka dikumpulkan dalam satu tempat untuk memastikan berjalannya pembangunan ekosistem keuangan berkelanjutan (sustainable financing) di ASEAN. Mereka berdiskusi mengenai peran badan usaha keuangan dan perbankan dalam praktik ini.”
Ia pun melanjutkan bahwa kemitraan Korea-ASEAN, yang telah dibangun di berbagai sektor lain selama bertahun-tahun, juga harus diperkuat dan dipraktikkan di sektor keuangan. Forum ini melibatkan para ahli dari berbagai bidang, termasuk organisasi internasional, perusahaan keuangan swasta, lembaga penelitian, dan sektor pemerintahan.
Mereka memberikan informasi terkait peran dan tindakan dari perusahaan finansial untuk pembangunan keuangan berkelanjutan (sustainable financing) di ASEAN secara rinci dan juga mengkaji terkait kendala teknis yang dihadapi.
Baca juga : Optimisme Perbankan Terjaga di Triwulan Kedua 2024
Sesi diskusi panel hari pertama mendiskusikan tentang berbagai kasus dan pendekatan dukungan keuangan dari masing-masing negara dan lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Diskusi ini dipimpin oleh moderator Najwa Abu Bakar, Programme Director dari Sustainable Finance Institute Asia.
Satoru Yamadera, Advisor dari Asian Development Bank (ADB), mengatakan dalam pidato utamanya di hari pertama, “Meskipun pasar obligasi keuangan berkelanjutan berkembang sangat pesat di ASEAN, namun masih didominasi oleh sektor publik, sedangkan praktik keuangan berkelanjutan di sektor swasta, terutama di sektor perbankan swasta masih terbatas.
“Proyek ini bisa menjadi tonggak sejarah pembangunan berkelanjutan dan promosi perlindungan lingkungan di kawasan ASEAN” Ungkap Dr. Achala Abeysinghe, Direktur Regional Asia dari Global Green Growth Institute (GGGI) saat beliau menjelaskan tentang “ASEAN Green Map Project” yang menggambarkan proyek ramah lingkungan di kawasan ASEAN dan kegiatan di sektor keuangan untuk mendukungnya. (Z-6)
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved