Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOMI Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan bahwa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembangunan IKN yang tidak sesuai dengan RPJMN dan Renstra merupakan catatan penting bagi pemerintah baru.
Hal itu harus dievaluasi sehingga menyebabkan beban fiskal pada APBN.
"Temuan BPK itu harus jadi bahan evaluasi dan catatan penting bagi pemerintahan baru. Karena ini sudah keluar dari prinsip teknokrasi dan akan menambah beban fiskal," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (12/6).
Baca juga : Temuan BPK: Pembangunan Infrastruktur IKN Belum Memadai
Menurutnya, pembangunan yang tidak sesuai dengan RPJMN dan Renstra akan mengorbankan pembangunan strategis di sektor lainnya. Mengingat anggaran APBN sudah ditetapkan pada masing-masing program yang dicanangkan pemerintah.
"Kalau tidak sesuai dengan RPJMN itu akan mengorbankan program strategis lainnya," kata dia.
Untuk menutupi beban fiskal, lanjutnya, pemerintah tidak mungkin berhutang lagi. Pasalnya, di rezim kepemimpinan Jokowi hutang negara meningkat cukup signifikan. Di sisi lain, kondisi ekonomi global yang tidak menentu juga akan menutup ruang fiskal pembiayaan dari luar.
Baca juga : Polisi Usut Video Bule Sebut IKN Ibu Kota Koruptor dan Nepotisme
Ekonom Indef lainnya, Ariyo DP Irhamna menyebut bahwa temuan BPK merupakan hal yang wajar dan sudah diprediksi sejak awal. Hal tersebut disebabkan sejak proses perencanaan tidak transparan dan sangat minim partisipasi publik.
Selain itu, target yang ditetapkan sangat tidak rasional, yakni KIPP (kawasan inti pemerintah pusat) dapat digunakan untuk upacara 17 agustus 2024. Padahal, pada saat target itu ditetapkan, masalah lahan dan anggaran belum clear.
"Sejak awal saya sudah menganalisis kelembagaan OIKN ini tidak efektif. Sebab, tugas dan fungsinya overlapping dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga lain, namun OIKN ini khusus untuk IKN. Selain itu, porsi pejabat eselon 1 dan eselon 2 diisi oleh non birokrat, jadi gagap dalam menjalankan tugas," jelasnya.
Dia juga menegaskan menolak IKN sejak awal sebab aktivitas pemerintah pusat bukan beban terbesar DKI Jakarta, sehingga tidak akan menyelesaikan masalah DKI Jakarta.
"Saran saya IKN sebaiknya dibatalkan. Namun, temuan BPK harus ditindaklanjuti oleh APH dan IKN dibatalkan. Terlebih lagi tidak sesuai dengan RPJMN yang merupakan produk hukum dalam menyusun program pembangunan pemerintah 2020-2024," tandasnya.(Z-8)
ANGGOTA Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai permintaan Presiden Prabowo Subianto mengenai koreksi desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat pembangunan di IKN
KEPALA Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur, akan berlanjut hingga 2028. Hal setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung
KEPALA Otorita IKN Basuki Hadimuljono optimistis setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kalimantan Timur.
Penguatan infrastruktur bagi lembaga negara menjadi prioritas utama Presiden saat ini.
IKN dipandang sebagai warisan pemerintahan Joko Widodo yang tidak ingin ditinggalkan begitu saja.
Prasetyo menegaskan bahwa fokus utama Presiden adalah perbaikan dan percepatan pembangunan.
KETUA DPR RI Puan Maharani mengatakan pemerintahan baru harus leluasa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
SINKRONISASI program dari pemerintah pusat hingga ke daerah disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kunci kesuksesan pembangunan nasional.
WAKIL Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dolfie O.F.P menilai akan lebih elok bila pembahasan program makan siang gratis dilakukan setelah terbentuknya pemerintahan baru.
PEMERINTAH diminta fokus mengupayakan optimalisasi perbaikan ekonomi dalam negeri. Hal itu dinilai menjadi penting di tengah masa transisi pemerintahan dan gejolak perekonomian global.
Pendidikan adalah modal dasar dan utama agar target SDM unggul bisa tercapai sehingga membantu pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved