Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan pemerintah telah berupaya mengendalikan inflasi di sepanjang 2024. Langkah itu dilakukan secara sinergis bersama kementerian/lembaga, terutama melalui program stabilisasi pangan.
"Sinergi dan kolaborasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota serta berbagai stakeholder terkait lainnya berkontribusi menjaga laju inflasi sehingga tetap terkendali. Kita bisa melihat bentuk komitmen bersama melalui monitoring dan evaluasi rutin setiap minggu bersama Kementerian Dalam Negeri dengan mengumpulkan seluruh Pemda, instansi, dan pemangku kepentingan terkait," ujar Arief melalui keterangan resmi, Selasa (4/6).
Bapanas, sambung dia, terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga : Badan Pangan Nasional Minta Kepala Daerah Jaga Stok dan Harga Pangan jelang Ramadan
"Tidak hanya di aspek hilir yang berkaitan dengan konsumen, pemerintah juga memperhatikan sisi hulu yakni bagaimana kesejahteraan produsen dalam hal ini petani dan peternak. Sebab harga di hulu tentu berkaitan erat dengan stabilitas harga di hilir," tuturnya.
Ia juga menyebut kebijakan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah/beras dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras menjadi salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan harga di hulu dan hilir.
"Ini memang tidak mudah dan menjadi tantangan yang harus kita sama-sama kerjakan dengan menggandeng seluruh pihak terkait," tandasnya.
merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau berada di level 6,18% dan memberikan andil terhadap tingkat inflasi umum sebesar 1,75%. Porsi itu terbilang sangat tinggi lantaran tingkat inflasi umum pada Mei 2024 berada di angka 2,84% secara tahunan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Tengah, yakni sebesar 5,39%. Sementara inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, yakni 1,25%. (Mir/Z-11)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved