Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan pemerintah telah berupaya mengendalikan inflasi di sepanjang 2024. Langkah itu dilakukan secara sinergis bersama kementerian/lembaga, terutama melalui program stabilisasi pangan.
"Sinergi dan kolaborasi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota serta berbagai stakeholder terkait lainnya berkontribusi menjaga laju inflasi sehingga tetap terkendali. Kita bisa melihat bentuk komitmen bersama melalui monitoring dan evaluasi rutin setiap minggu bersama Kementerian Dalam Negeri dengan mengumpulkan seluruh Pemda, instansi, dan pemangku kepentingan terkait," ujar Arief melalui keterangan resmi, Selasa (4/6).
Bapanas, sambung dia, terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca juga : Badan Pangan Nasional Minta Kepala Daerah Jaga Stok dan Harga Pangan jelang Ramadan
"Tidak hanya di aspek hilir yang berkaitan dengan konsumen, pemerintah juga memperhatikan sisi hulu yakni bagaimana kesejahteraan produsen dalam hal ini petani dan peternak. Sebab harga di hulu tentu berkaitan erat dengan stabilitas harga di hilir," tuturnya.
Ia juga menyebut kebijakan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah/beras dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras menjadi salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan harga di hulu dan hilir.
"Ini memang tidak mudah dan menjadi tantangan yang harus kita sama-sama kerjakan dengan menggandeng seluruh pihak terkait," tandasnya.
merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau berada di level 6,18% dan memberikan andil terhadap tingkat inflasi umum sebesar 1,75%. Porsi itu terbilang sangat tinggi lantaran tingkat inflasi umum pada Mei 2024 berada di angka 2,84% secara tahunan.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Tengah, yakni sebesar 5,39%. Sementara inflasi terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, yakni 1,25%. (Mir/Z-11)
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis nasional berada dalam kondisi aman
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman resmi menjabat juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan puasa Ramadan.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved