Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) mengungkapkan bahwa permintaan untuk rumah tapak di Indonesia, khususnya pada segmen menengah ke bawah, masih menunjukkan tren yang positif. Meskipun, hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa harga properti residensial di pasar primer terus meningkat pada triwulan I-2024.
Kepala Riset JLL Indonesia Yunus Karim, menjelaskan bahwa rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar paling diminati oleh konsumen. Berdasarkan data terbaru dari JLL, sekitar 80% dari total penjualan rumah di perumahan skala besar dengan luas lebih dari 200 hektare berada dalam kisaran harga di bawah Rp2 miliar.
"Pengembang juga merespons dengan baik, mereka tidak hanya membuat satu produk, tetapi berbagai macam produk yang kebanyakan berada di segmen menengah ke bawah," tuturnya seperi dikutip dari Antara, Sabtu (25/5).
Baca juga : Sinar Mas Land Gaet Bank Woori Saudara Tambah Stimulus Smart Move
Meskipun terdapat kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), pasar perumahan saat ini masih relatif sehat.
JLL mencatat bahwa pengembang terus secara aktif meluncurkan klaster baru di proyek-proyek perumahan yang sudah ada, dan kota-kota yang sebelumnya sepi dalam pemasaran properti kini mulai memperkenalkan klaster permukiman baru. Selain itu, Yunus menyatakan bahwa tingginya permintaan terhadap rumah tapak juga dipengaruhi oleh insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah baru.
Setelah diberlakukan pada 2021 dan 2022, kebijakan ini kembali diterapkan dari November 2023 hingga Desember 2024. Insentif PPN DTP ini diberikan untuk pajak sampai dengan Rp2 miliar sebagai bagian dari harga jual rumah maksimal Rp5 miliar.
Corporate Marketing Director Agung Podomoro Agung Wirajaya menyatakan, perbankan dan agen menjadi tulang punggung utama yang mampu menjaga pertumbuhan KPR dan KPA di tengah tren suku bunga yang relatif tinggi. Apalagi, hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan penjualan properti residensial pada triwulan I 2024 tumbuh 31,16% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,37% (yoy), didorong peningkatan penjualan pada seluruh tipe rumah. Pembelian rumah primer mayoritas dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 76,25% dari total pembiayaan.
"Pengembang, perbankan, dan agen serta dilengkapi dengan pemberlakuan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) dipercaya akan menciptakan kinerja pembiayaan properti yang positif hingga akhir 2024," ungkap Agung.
Agung optimistis penjualan hunian properti Agung Podomoro akan terus meningkat hingga akhir tahun 2024. Hal ini juga sejalan dengan Real Estate Indonesia yang memperkirakan sektor properti nasional akan tumbuh hingga 10%. Proyeksi ini ditopang oleh semakin membaiknya perekonomian nasional yang diperkirakan tumbuh hingga 5,2% di tahun 2024.
Selain kondisi ekonomi yang positif, pemerintah juga kembali melanjutkan pemberian insentif PPN-DTP melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120 Tahun 2023 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Rumah Tapak Dan Satuan Rumah Susun Yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 per 21 November 2023. Dalam aturan tersebut, pemerintah memberikan insentif untuk pembelian properti hingga harga Rp5 miliar yang berlaku sampai akhir 2024.
Untuk mendorong dan mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai kemudahan tersebut, Agung Podomoro kembali menyelenggarakan pameran properti bertajuk "Easy Home with KPR/A Hub! ‘Banyak Cara Bayarnya’" pada 21 Mei – 2 Juni 2024 di Laguna Atrium GF, Central Park Mall, Jakarta. Pameran ini didukung oleh berbagai bank mitra yang menawarkan promo menarik melalui KPR dan KPA untuk pembelian properti dari Agung Podomoro.
Selama dua pekan, Agung Podomoro menawarkan promo menarik untuk hunian dengan harga mulai dari Rp 270 juta. (Z-10)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Tren hunian berbasis wellness living dan cozy living kian menguat di pasar properti residensial Bali, khususnya di kawasan Canggu.
KPII menyiapkan pengembangan proyek-proyek rumah tapak terjangkau di kawasan penyangga Jakarta sebagai langkah strategis menangkap peluang pertumbuhan sektor residensial
Pasar properti residensial Indonesia awal 2025 tumbuh terbatas. Penjualan hanya naik 0,73% YoY, didorong oleh kenaikan harga di segmen rumah kecil-menengah.
SINAR Mas Land dan Vasanta Group membentuk perusahaan gabungan, PT Sinergi Sinar Vasanta, untuk mengembangkan proyek residensial dan komersial seluas 28 hektare di Depok, Jawa Barat.
Provinsi Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit dunia, tetapi juga tetap menjadi pilihan utama bagi investor dan pengembang properti untuk memperluas sayap bisnis mereka.
Stok lahan matang di empat kota mandiri milik PT Jababeka Tbk (KIJA) akan dijual untuk mencapai target penjualan properti minimal Rp2 triliun pada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved