Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM regenerasi petani yang diinisiasi Kantor Staf Presiden (KSP) semakin mengerucut. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) TNI Moeldoko menyebut, program regenerasi harus dilakukan secara inklusif dan kolaboratif guna mempercepat prosesnya.
"Dengan semakin tuanya demografi petani saat ini, terdapat kebutuhan mendesak untuk mendorong generasi muda agar tertarik masuk sektor agraris sebagai pilihan karir," kata Moeldoko di Binagraha, Jakarta, Rabu (8/5), melalui keterangan yang diterima.
Tujuan program ini guna mencetak petani-petani muda yang adaptif dengan berbagai metode pertanian seperti permaculture, pertanian ramah lingkungan, penggunaan teknologi sederhana yang tepat guna, hingga pertanian pintar yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).
Baca juga : Bioteknologi, Dorong Kesejahteraan Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Moeldoko menekankan program ini harus berdampak langsung dalam meningkatkan jumlah petani muda yang berkompeten dan inovatif, sehingga dapat berkontribusi pada revitalisasi sektor pertanian Indonesia.
Dia yakin, munculnya perusahaan-perusahaan baru yang dikelola petani muda dapat menjadi katalis bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Menjadikan sektor pertanian sebagai ladang keuntungan yang menarik dan memiliki potensi pengembangan yang signifikan adalah esensial. Terutama dengan penerapan teknologi terkini," kata Moeldoko.
Baca juga : Pemerintah Jaga Stok Pupuk dengan Harga Terjangkau untuk Petani
Berdasarkan data sensus pertanian dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini 70% lebih petani Indonesia berusia di atas 43 tahun, dengan hanya 2,14 % yang tergolong dalam kategori muda atau Gen Z.
Situasi ini menambah urgensi untuk mempromosikan regenerasi di kalangan muda demi memastikan ketahanan pangan nasional.
Program regenerasi petani ini akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas kementerian, lembaga, organisasi kepemudaan pramuka, perusahaan-perusahaan BUMN, Organisasi Pangan Dunia (FAO), serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Baca juga : Regenerasi Petani Kian Memprihatinkan
Tujuannya menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan petani muda yang terampil dan berwawasan luas.
Rapat yang dipimpin Moeldoko itu dihadiri Dida Gardera, Deputi Bidang Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
Mereka telah mencapai konsensus mengenai kerjasama penguatan program regenerasi petani. Kemitraan ini akan mendinamisasi sektor pertanian dengan mengintegrasikan teknologi modern.
Dida Gardera, menyatakan bahwa Kemenko Perekonomian mendukung penuh program regenerasi petani yang diinisiasi KSP.
"Kami berencana mengembangkan platform kolaboratif yang akan menyatukan berbagai program dari pemangku kepentingan untuk sinergi yang lebih efektif," ujar Dida. (Try)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Hal tersebut terungkap dalam Survei RIMBA atau Sukarelawan Indonesia Pembela Alam yang dilakukan pada 12 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
RUMAH bagi generasi muda kini tidak lagi semata dipilih berdasarkan luas bangunan atau jumlah kamar.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Awalnya mereka merasa terinspirasi dari postingan teman-temannya, sehingga kemudian ingin ikut pula menginspirasi.
Gen Z menjadi aktor utama dan ujung tombak penggunaan teknologi digital dalam memberikan inovasi ekosistem keuangan digital
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved