Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PELEMAHAN rupiah yang terjadi terus menerus mulai dirasakan dampaknya di berbagai sektor. Terpuruknya rupiah membuat Bank Indonesia (BI) terpaksa menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 6,25%, diikuti kenaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7,00%.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi mengatakan, keputusan BI tersebut bertujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta untuk memastikan inflasi tetap dalam target 2,5±1% di 2024 dan 2025. Namun, di sisi lain justru berdampak pada dunia usaha dalam negeri yang masih membutuhkan bahan baku dari luar.
"Hal itu menjadi sinyal kurang baik, khususnya bagi para pengusaha, di mana harga bahan baku, suku cadang, ekspor-impor di sejumlah komoditi tentu dapat menggerus cash flow perusahaan," ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (25/4).
Baca juga : Pemerintah Pastikan Miliki Kemampuan Bayar Utang
Tidak hanya itu, bila pengusaha terdampak, maka otomatis masyarakat pun akan merasakan dampaknya juga. Harga-harga tentu akan naik, termasuk barang kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, kredit perumahan, dan sebagainya.
"Disinilah pemerintah harus segera menyiapkan sistem mitigasi dampak rambatan (contagion effects) terhadap meningkatnya risiko eksternal dan untuk menahan laju kurs rupiah akan tidak semakin terjerembab. Pemerintah harus dapat mengukur kekuatan dan stok kebutuhan yang ada," imbuhnya.
Menyikapi kondisi demikian, sebagai pengusaha tentu akan melakukan pengetatan terhadap masuknya suku cadang dari luar, pembelian barang-barang yang transaksinya menggunakan dollar Amerika, dan lainnya.
Kadin pun berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah konkrit dan kebijakan yang tetap pro-economic growth. Selain itu, perbankan juga bisa membantu pengusaha melalui mekanisme kredit yang baik dan lebih friendly.
"Hal lainnya, pemerintah diharapkan bisa memperkuat kebijakan baik dalam aspek perdagangan, perindustrian, pertanian dalam arti luas serta pertambangan sumber daya alam dan mineral. Melalui penguatan ini, maka bauran kebijakan moneter dan fiskal serta kebijakan oleh kementerian/lembaga lainnya diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi rupiah di tengah menguatnya dollar AS," tandasnya.(Z-8)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved