Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah situasi dan kondisi yang tengah terjadi saat ini, IMF menaikkan ekspektasinya terhadap pertumbuhan ekonomi global di tahun 2024.
IMF menilai, Amerika dan beberapa negara berkembang lainnya akan tumbuh, namun tetap memperingatkan ada risiko di tengah persistennya inflasi dan risiko geopolitik yang meningkat.
"Aktivitas perekonomian global diproyeksikan akan meningkat sebanyak 3,2% pada tahun 2024 atau naik 0,1% dari proyeksi bulan Januari. Proyeksi untuk tahun 2025 masih belum berubah berada di 3,2%," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Kamis (18/4).
Baca juga : Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5% Tahun Ini
Hal ini berbanding terbalik dengan proyeksi dari Bloomberg yang melihat pertumbuhan global akan tumbuh 2,9% dan naik pada 2025 menjadi 3,1%.
"IMF mengingatkan bahwa tingginya biaya pinjaman dan pengurangan dukungan dalam bentuk fiskal, akan membebani pertumbuhan jangka pendek, meski prospek jangka menengah masih melemah dalam beberapa dekade mendatang karena rendahnya produktivitas dan meningkatnya ketegangan perdagangan global," kata Nico.
IMF pun mengatakan masih dibutuhkan perjuangan bagi bank sentral untuk memangkas tingkat suku bunga dengan melakukan pelonggaran kebijakan moneter, karena inflasi masih sulit untuk dikendalikan dan adanya perang di Ukraina dan Timur Tengah.
Baca juga : Ekonomi Rusia Berisiko Overheat sejak Invasinya ke Ukraina
Jika inflasi masih tinggi, hal tersebut berpotensi untuk mendorong penjualan asset yang berkorelasi seperti saham, obligasi, hingga krypto.
IMF juga memproyeksikan akan lebih banyak dampak buruk bagi negara-negara berkembang yang memiliki penghasilan rendah karena mereka masih berjuang untuk keluar dari lingkaran pascapandemi yang belum pulih sepenuhnya.
IMF juga menaruh harapan terhadap pemulihan ekonomi Tiongkok yang kemarin secara pertumbuhan ekonomi pun naik melebihi ekspektasi pelaku pasar dan investor.
Baca juga : IMF Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2024 3,1 Persen
IMF melihat apabila ekonomi Tiongkok pulih, maka IMF dapat meningkatkan proyeksi pertumbuhan secara tahunan.
"IMF sejauh ini melihat bahwa inflasi mulai melambat sejak 2022, meski masih sulit dikendalikan. IMF melihat ada potensi yang cukup besar bagi negara negara maju untuk memangkas tingkat suku bunga pada tahun ini," ujarnya.
Prospek pertumbuhan Amerika pada 2024 diproyeksikan naik dari 2,1% menjadi 2,7%. Tapi IMF tetap memberikan peringatan keras bagi Amerika, khususnya ketika kebijakan fiskal tidak sejalan dengan keberlanjutan untuk jangka panjang.
Baca juga : BI Perkirakan Ekonomi Global Melambat di 2024
Belanja Amerika telah defisit dalam beberapa tahun terakhir, khususnya ketika terkait dengan covid-19, dan peningkatan investasi infrastruktur yang mendorong lonjakan utang dan bunga.
Untuk Tiongkok, pertumbuhan tahun 2024 diproyeksi menjadi 4,6%. Untuk Rusia juga masih tumbuh, karena mereka mendorong ekspor ke India dan Tiongkok ditambah lagi kenaikan hargs minyak global akan membuat pertumbuhan Rusia berada di 3,2% pada 2024 dan 1,8% untuk tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi India juga diproyeksikan naik dari 6,5% menjadi 6,8% pada tahun 2024. Artinya IMF menilai hampir rata-rata pertumbuhan ekonomi negara-negara naik.
"Kami mengapresiasi hal tersebut, meski apabila disandingkan dengan situasi dan kondisi yang ada akan cukup berat, namun hal tersebut masih dapat dicapai," kata Nico.
Sudah 2 hari ini saham dan obligasi melemah, dan mulai berkurang pelemahannya.
"Pelaku pasar dan investor mulai mencari harapan baru di tengah tekanan," kata Nico. (Z-3)
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved