Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BLUE economy, atau ekonomi laut, saat ini telah menjadi perhatian utama secara global. Dia menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merumuskan sebuah rencana untuk mengintegrasikan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Menurut Dekan Fakultas Humaniora President University Syafi'i Anwar, roadmap ini diharapkan akan menjadi pedoman bagi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi kelautan yang berkelanjutan. Hal ini akan menjadi sumber referensi penting bagi Indonesia dalam mengembangkan potensi ekonomi lautnya.
"Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah membuat roadmap untuk mengkonsolidasikan semua kebijakan, program, dan kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan," kata Syafi'i Anwar dalam kuliah tamu The Impact of Blue Ocean Economy: The Ocean Wealth and Ocean Health belum lama ini.
Baca juga : Kontribusi PDB Maritim Indonesia Baru 7%, Ekonomi Biru Perlu Dieksplorasi
Dalam kuliah tamu tersebut, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN, Admiral Jayanath Siri Kumara Colombage menjelaskan bahwa 71% dari permukaan bumi adalah lautan, dengan 95% dari isi bumi terdiri dari air dalam berbagai bentuk seperti sungai, rawa-rawa, dan danau. Namun, konsep blue economy masih kurang dikenal secara luas, sementara sumber daya laut yang melimpah semakin terancam akibat polusi dan aktivitas manusia yang merusak.
"Kita sudah sering mendengar istilah Green Economy, tapi kurang mengenal konsep Blue Economy," ujar Jayanath.
Blue economy sebenarnya merujuk pada eksploitasi sumber daya laut secara berkelanjutan. Potensi sumber daya laut yang melimpah dapat dieksploitasi untuk berbagai kegiatan, seperti industri pariwisata, energi terbarukan, eksploitasi mineral bawah laut, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan teknologi dan bioteknologi laut.
Baca juga : Jokowi: Semua Negara Mendorong Investasi Ramah Lingkungan
Namun, upaya mengembangkan blue economy tidaklah mudah. Berbagai tantangan seperti pengeboran lepas pantai, pembuangan limbah, dan pemanasan global menjadi hambatan yang perlu diatasi. Untuk menghadapi tantangan ini, Jayanath menyarankan Indonesia dan Sri Lanka untuk berkolaborasi dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.
"Indonesia dan Sri Lanka bisa berkolaborasi, saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan best practices untuk mengatasi tantangan tersebut," paparnya.
Indonesia dan Sri Lanka memiliki kesamaan dalam hal ketergantungan pada laut sebagai sumber ekonomi, serta rentan terhadap ancaman pemanasan global. Kolaborasi antara kedua negara diharapkan dapat menciptakan laut yang lebih sehat dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan membawa kemakmuran bagi kedua negara tersebut.
Baca juga : Menko Airlangga Dorong Engineering ASEAN Untuk Terus Kembangkan Green dan Blue Economy
"Hanya laut yang sehat yang bisa mendatangkan kemakmuran," tegas Jayanath.
Sementara itu, rektor President University Handa S. Abidin menambahkan, Sri Lanka dan Indonesia memiliki beberapa kesamaan dan keterkaitan.
"Ada beberapa kata dalam bahasa Sri Lanka yang hampir sama dalam pengucapan dan maknanya dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ada nama jalan di Sri Lanka yang mirip dengan nama jalan di Indonesia. Selain itu, ada beberapa penduduk keturunan Indonesia yang tinggal di Sri Lanka," tandas Handa. (Z-10)
Setelah sukses merevitalisasi tradisi Muro di Lembata, Nusa Tenggara Timur, LSM Barakat memulai langkah maju mendorong ekonomi biru di kawasan pesisir Lembata.
Ajang “Mermaid Merman Indonesia” resmi diluncurkan hasil kolaborasi Marine Actions Expo dan El John Pageants.
FMIPA UI menggali potensi pengembangan ekonomi biru sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Ekonomi Biru tidak hanya bicara soal perikanan tapi juga ocean renewable energy, migas, pelayaran, industri galangan kapal, hingga digitalisasi logistik maritim.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas manfaat ekonomi biru pada paruh kedua 2025.
Menurut Hanarko Djodi Pamungkas, ketahanan pangan harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga laut dari pencemaran.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Otorita IKN gelar forum internasional ICDP bahas transisi energi berkeadilan, dihadiri 43 delegasi dunia dan kunjungan ke PLTS Nusantara.
LP3ES menegaskan pentingnya percepatan penurunan stunting di tengah sorotan isu MBG, dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan filantropi seperti Tanoto Foundation.
Penyusunan dokumen ini dilatarbelakangi adanya tantangan besar yang dihadapi UMKM dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim global dan tuntutan menuju ekonomi rendah karbon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved