Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat The Fed, Jerome Powell, mengatakan pihaknya tidak akan terburu-buru menurunkan tingkat suku bunga. Ia harus betul-betul merasa yakin terlebih dulu bahwa AS sudah bisa menghadapi inflasi dengan baik.
Powell mengatakan masih ada kemungkinan, suatu hari nanti di 2024, tingkat suku bunga AS akan diturunkan. Namun untuk saat ini, para pejabat masih belum siap untuk itu.
The Fed akan mengambil keputusan mengenai kapan penurunan tingkat suku bunga akan dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan. Partai Demokrat juga sudah memberi peringatan bahwa tingkat suku bunga tinggi saat ini telah membuat para pembeli properti semakin sulit mendapatkan rumah lantaran begitu tingginya bunga pinjaman. Mereka pun mendesak The Fed untuk segera memangkas tingkat suku bunga.
Baca juga : The Fed Catat Sedikit Peningkatan Aktivitas Ekonomi sejak Januari
Menanggapi situasi tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan, meski perekonomian dan ketenagakerjaan AS masih kuat, para pembuat kebijakan butuh waktu yang lebih lama untuk mengambil sikap.
"Mereka juga butuh lebih banyak data untuk memastikan apakah inflasi mampu turun mencapai target atau tidak," kata Nico melalui keterangan tertulis, Kamis (7/3).
"Karena ada kemungkinan inflasi dapat berbalik arah untuk naik kembali. Pasar mempertanyakan seberapa cepat dan jauh The Fed dapat memangkas tingkat suku bunga." (Z-11)
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Sejumlah Senator Republik berbalik melawan Trump, mengancam akan memblokir nominasi petinggi The Fed sebagai protes atas investigasi kriminal terhadap Jerome Powell.
IHSG Sesi I ditutup stagnan di 8.884. Simak analisis dampak depresiasi Rupiah, rekor harga emas ATH, hingga guncangan investigasi kriminal Jerome Powell.
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Wall Street bereaksi keras atas ancaman terhadap independensi The Fed. Emas cetak rekor tertinggi saat investor mulai meragukan kredibilitas ekonomi AS.
The Fed kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, tetapi perbedaan pandangan di internal bank sentral AS membuat arah kebijakan selanjutnya belum jelas.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved