Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAHANAN menjadi salah satu kunci dalam mengelola bisnis. Hal itu terutama ketika dihadapkan pada situasi ketidakpastian dan disrupsi yang terjadi di era yang serba cepat saat ini.
Ketahanan juga berarti pemulihan yang cepat terhadap bisnis ketika dihadapkan pada sebuah krisis. Pemulihan bukan hanya soal kembali “sehat”, tapi juga terus berkembang dan ekspansif.
Hal itu dibawah Ferdian Agustiana dalam buku terbarunya bertajuk Mastering Recovery Strategy yang baru saja diluncurkan, Buku ini menawarkan perspektif baru dan mendalam tentang cara bisnis dapat bangkit dari krisis dan ketika menghadapi disrupsi.
Baca juga : 30 Pimpinan Perusahaan Ikuti Survei Indonesia Best CEO
“Melalui buku ini, saya berharap dapat memberi referensi bagi para pelaku bisnis mengenai strategi dan tools yang efektif untuk menghadapi, mengelola, dan pulih dari berbagai tantangan dan gangguan yang mungkin terjadi dalam dunia bisnis. Kami menggali konsep-konsep penting seperti identifikasi krisis,strategi pemulihan yang beragam,dan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam merespon situasi yang terus berubah,” kata Ferdian.
Melalui narasi yang menggugah dan analisis yang mendalam, Ferdian Agustiana berhasil mengkomunikasikan bahwa sama seperti tubuh manusia, bisnis juga memiliki kemampuan untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang pascakrisis.
Direktur Teknik PT Angkasa Pura Indonesia Muhammad Suriawan Wakan mengatakan, penerapan prinsip Mastering Recovery Strategy sangat vital dalam industri penerbangan, yang dikenal dengan dinamikanya yang tinggi dan kebutuhan adaptasi yang cepat.
Baca juga : Eks Ketum ASLI Kupas Tuntas Bisnis Laundry dalam Buku Terbarunya
“Hadirnya buku ini menggugah para pelaku bisnis untuk selalu siap dengan rencana pemulihan yang efektif dan menekankan pentingnya ketahanan serta adaptabilitas sebagai kunci sukses dalam menghadapi situasi yang krisis.” ujarnya.
Managing Director PT Sarana Abadi Raya Dhiraj Kelly Sawlani menegaskan pentingnya memiliki strategi pemulihan yang menekankan pada ketahanan dan adaptabilitas dalam merencanakan serta melaksanakan sebuah proyek.
“Mastering Recovery Strategy menawarkan kerangka kerja yang membantu kami tetap tangguh dan adaptif. Apa yang disampaikan oleh buku ini, sejalan dengan apa yang sudah kami terapkan juga ketika wabah pademic Covid-19 mengguncang industri kami.” Ungkap Dhiraj.
Baca juga : Buku Scale Up Bisa Jadi Panduan Pemula Merintis Wirausaha
CEO PT Royalindo Expoduta Muhammad Reza Abdullah menyoroti buku Mastering Recovery Strategy memberikan wawasan yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan dapat diaplikasikan terutama bagi pelaku industri kreatif.
“Dalam industri yang sangat bergantung pada perencanaan dan eksekusi yang sempurna, Mastering Recovery Strategy memberikan panduan yang konkret untuk menghadapi dan mengatasi hambatan. Strategi yang disajikan dalam buku ini membantu kami untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang dalam menghadapi ketidakpastian,” pungkasnya. (Z-5)
Baca juga : Ricky Harun Beri Rekomendasi Buku Ketika Wanita Berbisnis
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam memanfaatkan teknologi terkini demi mencapai keunggulan kompetitif.
Pemimpin etis dituntut untuk mampu menavigasi masalah kompleks dengan mendengarkan suara komunitas dan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.
Kompetisi ini dirancang untuk menghubungkan dunia akademis dengan industri dan menciptakan sinergi bermanfaat bagi perkembangan bisnis di Indonesia.
Sebanyak 30 CEO dari kalangan BUMN, swasta nasional, dan multinasional mengikuti survei Indonesia Best CEO 2023. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandikan 2022.
Untuk meningkatkan pelayanan, Trakindo melakukan transformasi digital melalui aplikasi yang berfokus pada tiga aspek yaitu digital solution, connectivity, dan productivity.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved