Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIRJEN Cipta Karya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan pada 18-24 Mei 2024, Indonesia akan menjadi tuan rumah pada World Water Forum yang diadakan di Bali dengan tema adalah Water for shared prosperity.
“Pemerintah Indonesia bersama World Water Council telah menyiapkan berbagai rangkaian pertemuan menuju acara puncak. Ada 3 proses yaitu politik, regional dan tematik. Sinergi ketiga proses ini diperlukan dalam upaya menjadikan air sebagai sarana menuju kemakmuran bersama,” ungkapnya dalam Konferensi Pers FMB9 Road to 10th World Water Forum: Urgensi Akses Air Minum dan Sanitasi, Selasa (23/1).
Dari enam tema dalam World Water Forum ini, lanjut Diana, salah satu tema yang akan dibahas adalah water for human and nature. Sub tema ini memberi pesan bahwa pentingnya memberikan akses layanan air minum dan sanitasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap manusia maupun lingkungan secara umum maupun spesifik.
Baca juga : Tuan Rumah Word Water Forum, Indonesia Dorong 3 Hal Ini dalam Pengelolaan Air di Tengah Krisis Iklim
World Water Forum ini juga akan menjadi platform dalam memfasilitasi dialog dan kolaborasi global untuk mengatasi tantangan penyediaan akses air minum dan juga sanitasi.
Lebih lanjut, Diana menjelaskan di Indonesia sendiri, capaian penyediaan air minum yang layak dan aman masih menjadi tangangan yang harus diatasi bersama.
Baca juga : Kriteria Air Mineral Layak Minum Versi WHO
Akses air minum layak saat ini baru mencapai 96,07% dan akses air minum aman masih 11,8%. Diketahui akses air minum layak hanya meningkat 1% per tahunnya dan laju pertumbuhan akses perpipaan tidak sampai 1% selama 5 tahun terakhir.
“Kebijakan penyediaan air minum tentunya perlu dilakukan berbagai hal seperti peningkatan cakupan pelayanan dan pemenuhan standar kualitas air minum, kemudian juga peningkatan kapasitas dan peran penyelenggaraan sistem penyediaan air minum (SPAM), serta tentunya juga peningkatan kemampuan pendanaan dan komitmen stakeholder terkait dengan pendanaan dalam hal menyediakan air di tempat yang sulit air,” tegas Diana.
Menurutnya, upaya penyediaan air minum ini juga erat kaitannya dengan sanitasi. Karena tidak dapat dipisahkan. Dalam kaitannya dengan ini, kondisi pelayanan air limbah domestik dan persampahan di kawasan permukiman dikatakan masih belum memadai.
“Karena masih terjadi pembuangan limbah yang langsung ke lingkungan. Imbasnya, 75% sungai di Indonesia itu tercemar oleh air limbah domestik apalagi pada musim kemarau,” tuturnya.
Diana menegaskan, Ditjen Cipta Karya terus mendukung penyediaan akses sanitasi melalui pembangunan berbagai infrastruktur antara lain Infrastruktur Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), IPAL (Infrastruktur Pengolahan Air Limbah) yang terpusat skala regional/kota, IPAL skala pemukiman, dan tangki septik.
Menurutnya, beberapa faktor kunci untuk mempercepat kinerja penyediaan akses air minum dan sanitasi di antaranya seluruh pihak harus bersama-sama terintegrasi, namun demikian peningkatan komitmen dari kepala daerah sangat penting, dan penguatan aspek teknis dalam bentuk penyediaan teknologi yang andal dan juga terjangkau, dari segi biaya investasi, biaya pengoperasian dan pemeliharaannya.
“Kita membangun lalu yang mengoperasikannya daerah, tapi kan juga harus dipelihara dan dioperasionalkan dengan baik. Tarifnya juga mestinya harus diperhatikan. Ini harus menjadi upaya bersama,” pungkasnya. (Z-4)
Musik Oumou Sangare (yang juga masuk dalam album soundtrack 'The Lion King: The Gift' dari Beyoncé pada 2019) menggugah semangat TSHA untuk mendalami musik dari Mali.
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
SEBELUM menentukan sumber air bakunya, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) mengeluarkan biaya mahal. Kenapa?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved