Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini, air mineral sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Mengutip laman resminya, WHO mengatakan beberapa faktor air mineral yang dikatakan aman dan baik bagi kesehatan di antaranya dilihat dari kandungan TDS (Total Dissolve Solid), sesuai standar SNI, dan kandungan pH pada air mineral.
TDS merupakan jumlah zat padat terlarut yang terkandung pada air mineral biasanya berupa natrium, kalsium, dan magnesium. WHO menetapkan standar kandungan TDS dalam air mineral. Berikut beberapa standarnya.
1. TDS 0.
Air mineral dengan TDS 0 tidak baik untuk dikonsumsi secara rutin. Hal ini karena air tersebut dapat memicu gangguan pada tubuh, seperti sembelit, gangguan fungsi saraf, dan sesak napas.
Baca juga: Punya Mata Panda? Begini Cara Mengatasinya
2. TDS kurang dari 300 miligram/liter (mg/l).
Air mineral dengan TDS kurang dari 300 mg/l dikategorikan sebagai air yang baik sekali. Air dengan TDS rendah ini bisa dikonsumsi secara terus-menerus.
3. TDS 300-600 mg/l.
Air mineral yang berkategori baik memiliki kandungan TDS sebesar 300-600 mg/l. Air jenis ini masih aman untuk dikonsumsi.
4. TDS 600-900 mg/l.
Air dengan TDS 600−900 mg/l masih bisa diminum karena masih aman dan rasanya tetap enak.
5. TDS 900-1.200 mg/l.
Air dengan TDS antara 900 hingga 1.200 mg/l tidak layak dikonsumsi karena rasanya kurang enak.
6. TDS lebih dari 1.200 mg/l.
Air dengan TDS lebih dari 1.200 mg/l memiliki rasa yang tidak enak. Selain itu, air ini berbahaya untuk dikonsumsi.
Baca juga: Ini Anjuran Jumlah Asupan Air Harian yang Tepat Sesuai Usia
Menurut WHO, kandungan mineral dalam air tidak akan berdampak buruk terhadap kesehatan asalkan air masih dikategorikan tawar. Berikut kriteria air mineral dari sisi tingkat keasamannya (pH).
1. pH 0 sampai 6,9.
Air dengan pH 0 sampai 6,9 termasuk ber-pH rendah. Air ini mengandung asam sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.
2. pH 7,0.
Kandungan pH air minum yang umum dikonsumsi sebesar 7,0. Air yang memiliki pH sebesar 7,0 termasuk air netral.
3. pH di atas 7,1.
Air ber-pH di atas 7,1 mengandung basa. Air yang termasuk ber-pH tinggi ini baik untuk kesehatan tubuh. Namun, air ini tidak untuk penggunaan sehari-hari sepanjang waktu. Sebab, pH yang terlalu tinggi bisa menimbulkan risiko gangguan pencernaan dan gangguan pH dalam darah. Apabila dikonsumsi sesekali atau bergantian dengan air mineral ber-pH netral, kemungkinan risiko tersebut bisa dihindari.
Nah, salah satu produk air mineral yang beredar di pasaran yang memenuhi kriteria air mineral layak minum sesuai dengan kriteria World Health Organization (WHO) ialah VIT. Dilansir dari situs resminya, VIT memiliki TDS 178 mg/l dan PH 6-8,5. Artinya, air mineral tersebut dikategorikan sebagai air yang baik sekali. Air mineral ini bisa dikonsumsi secara terus-menerus.
Apalagi disebutkan, VIT melalui beberapa tahap pengujian, yakni uji fisika, kimia, dan mikrobiologi. Ketiga tahapan pengujian tersebut menjamin kualitas air mineralnya bebas dari zat berbahaya. Air mineral itu juga melalui proses pengemasan dan filtrasi dengan teknologi dan pengawasan mutu yang ketat. Ini karena pada setiap pabriknya, produk tersebut menerapkan standar HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Sertifikat SNI oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun sudah dikantonginya. (RO/Z-2)
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri AMDK nasional.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
ISU mengenai kejelasan komunikasi merek air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua, yang berawal dari perdebatan di Komisi VI DPR RI, kini telah menarik perhatian para pakar komunikasi.
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan merek Le Minerale, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (10/11).
Jiwater memiliki misi untuk menghadirkan pengalaman hidrasi sehat dan premium, dan kolaborasi bersama Azana menjadi langkah penting.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Air Kemasan Nusantara (Amdatara) Karyanto Wibowo menilai tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri AMDK nasional.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan bagi konsumen Indonesia, Karofi memastikan produknya telah dilengkapi dengan sertifikasi Halal.
Banjir yang melanda Kota Padang sejak hujan deras berkepanjangan sejak akhir pekan lalu mengakibatkan kerusakan serius pada infrastruktur air bersih.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
SEBELUM menentukan sumber air bakunya, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) mengeluarkan biaya mahal. Kenapa?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved