Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan berjanji, jika terpilih menjadi presiden, ia akan membenahi kebijakan subisi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai, selama ini kebijakan tersebut tidak tepat sasaran sehingga masyarakat yang tergolong mampu juga ikut merasakan manfaatnya.
"Ini harus kita koreksi. Faktor pengendalinya itu jangan diserahkan pada mekanisme kuota. Kita harus siapkan sistem yang baru, sehingga itu menjadi tepat sasaran," ujar Anies dalam acara Desak Anies di Ambon, Maluku, Senin (15/1).
Anies pun mengutip data dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. ia mengatakan sebanyak 89% solar bersubsidi justru dinikmati dunia usaha, bukan masyarakat kelas bawah seperti petani dan nelayan.
Hanya 11% nikmati oleh kalangan keluarga. Dari 11% itu pun, sebagian besar dinikmati oleh keluarga yang sudah mampu.
"Jadi petani nelayan itu hanya menikmati 5% dari keseluruhan subsidi solar," jelas Anies.
Baca juga: Anies bakal Bangun Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA di Kampung-kampung
Kondisi tersebut juga terjadi pada subsidi Pertalite. Sebanyak 86% dinikmati kalangan keluarga dan sebagian besar adalah keluarga mampu.
"Itu potret nyata di berbagai wilayah di Indonesia. Subsidi diterima oleh mereka yang sudah berkemampuan," kata Anies.
Baca juga: Soal Kelangkaan Pupuk, Anies: Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri
Anies mengatakan perlu ada kejelasan untuk masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Dengan begitu, kebijakan bahan bakar tersebut betul-betul bisa dinikmati kelompok masyarakat yang dituju.
"Jangan sampai petani, nelayan, keluarga prasejahtera yang betul-betul membutuhkan justru gagal mendapatkan subsidi. Kita akan siap dengan sistemnya untuk bisa menjangkau mereka yang membutuhkan," tandas Anies. (Z-11)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak mengalami perubahan dalam waktu dekat, sebelumnya isu harga bbm pertamina hari ini naik
Pemerintah pastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga Lebaran 2026 meski harga minyak dunia melonjak akibat perang di Teluk. Stok dipastikan aman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah berpotensi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi apabila lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut.
Menko Airlangga Hartarto jamin harga BBM subsidi (Pertalite & Solar) tetap stabil meski konflik Iran-AS memanas. Cek skenario pemerintah di sini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan rencana penghentian impor solar secara bertahap membuat para importir ketar-ketir.
Pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor.
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved