Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya untuk mengajak generasi muda untuk lebih kreatif, salah satunya dengan membentuk Creative Hub Faldo Maldini di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Baca juga: Timnas Anies-Muhaimin Nilai Panas Debat Wajar Asal tak Berlarut
Politikus PSI, Faldo Maldini mengatakan, pembentukan creative hub ini sejalan dengan perintah Ketum Kaesang Pangarep. Harapannya bisa menjadi wadah bagi generasi muda.
"Jadi di sini kita mengarahkan mereka jadi konten creator, difasilitasi, disupport buat ngonten, jadi mudah-mudahan mereka juga positif lah hasilnya," tandasnya lewat keterangan yang diterima, Jumat (12/1).
Baca juga: Intip Spanduk Buatan Rakyat untuk Anies-Muhaimin
Media sosial, sambungnya, tidak harus diisi dengan konten amarah dan hal-hal berbau negatif. Untuk itu, Faldo mengundang generasi muda, khususnya di Jakarta Timur untuk datang.
"Nanti mereka diajarin, ada gurunya juga, ada marchandise juga, mudah mudahan sih makin banyak yang datang makin banyak yang bisa jadi manfaat," ujarnya.
Saat ini, sambungnya, setidaknya ada 50 orang datang untuk memanfaatkan creative hub ini. Sehingga sudah banyak konten yang coba dibuat oleh para pengunjung.
"Kita bikin kompetisi juga biar makin semangat, dengan datangnya Ketum mudah mudahan makin menyemangati anak anak muda ini bahwa ya bro kaesang memperjuangkan creative hub di Indonesia," tandasnya. (P-3)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak di bawah usia 16 tahun tetap dapat berkarya di media sosial, namun sebaiknya menggunakan akun milik orang tua, bukan akun pribadi.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Paparan media sosial yang terlalu dini berisiko mengganggu regulasi emosi, pembentukan identitas diri, hingga menurunkan kualitas interaksi sosial nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved