Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) menerjukan tim investigasi ke lokasi kecelakaan kerja di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah. Tungku smelter di pabrik tersebut meledak pada Minggu pagi (24/12), dan menelan korban jiwa.
Juru bicara (Jubir) Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pihaknya proaktif melakukan koordinasi dengan PT ITSS dan pihak terkait lainnya untuk cepat mengusut penyebab kecelakaan tersebut.
"Kami berharap agar perusahaan dapat kooperatif dengan tim investigasi kecelakaan kerja yang diturunkan ke lokasi. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/12).
Baca juga : Smelter Morowali Meledak Lagi, DPR: Pemerintah Lamban Mengaudit
Febri menambahkan, hasil inspeksi dari tim investigasi tersebut, selain untuk mengetahui pemicu kecelakaan kerja di PT ITSS, juga menjadi evaluasi dari perusahaan untuk lebih baik lagi dalam pengawasan dan pengendalian terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Standard Operating Procedure (SOP) harus benar-benar dijalankan dengan benar, termasuk yang berkaitan dengan pekerjanya dan teknologi yang digunakan," tegasnya.
Bagi Kemenperin, implementasi K3 amat krusial untuk mencegah dan menekan angka kecelakaan kerja di sektor industri. Pelaksanaan K3 harus menjadi prioritas bagi dunia usaha di Indonesia.
Baca juga : Korban Jiwa Ledakan Smelter di Morowali Jadi 21 Orang
Kemenperin, lanjut Febri, menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan kerja yang terjadi di pabrik pengolahan nikel dari Tiongkok itu. Smelter milik ITSS merupakan salah satu pabrik yang beroperasi di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
"Kami menghaturkan rasa duka cita yang mendalam bagi para keluarga korban. Diharapkan, perusahaan dapat memastikan terpenuhinya hak-hak karyawan yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun luka," pungkasnya. (Z-5)
Baca juga : Polisi Segera Tetapkan Tersangka Ledakan Smelter Nikel Morowali
Ke depan, penggunaan kendaraan listrik di kawasan IMIP ditargetkan akan terus meningkat
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, meminta negara memperkuat pengawasan terhadap kawasan tambang strategis di Morowali.
Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park atau Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah, beroperasi tanpa petugas imigrasi dan bea cukai karena bukan bandara internasional
Pertumbuhan investasi baik asing maupun domestik tidak diimbangi oleh mekanisme kontrol negara yang tegas dan terpadu merupakan ancaman yang berbahaya bagi bangsa.
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menegaskan bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah yang berada di kawasan industri tersebut berstatus resmi dan beroperasi sesuai regulasi
Kabar Presiden ke-7 RI Jokowi diisukan pernah meresmikan Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) atau Bandara IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah, ditepis oleh PSI
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
Bank Mandiri dan Ceria Corp memperkuat sinergi hilirisasi lewat ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) dari smelter Merah Putih di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved