Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEWAKILI Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Analis Kantor OJK Sulselbar Desiyani Patra Rapang mengimbau agar masyarakat lebih teliti menerima tawaran jasa dan produk keuangan.
"Karena itu, nasabah wajib mengetahui secara terperinci tentang produk- produk perbankan yang ditawarkan, agar tidak mudah terjebak dalam praktik investasi bodong dan yang lainnya," kata Desiyani seperti dilansir dari Antara, Minggu (17/12).
Dia mengatakan, selaku nasabah harus mengetahui hak dan kewajibannya, termasuk mengetahi hak nasabah untuk mendapatkan bunga atau bagi hasil atas produk tabungan dan deposito. Selain itu, nasabah juga berhak mendapatkan layanan jasa yang diberikan oleh bank serta mendapatkan laporan atas transaksi yang dilakukan melalui bank. Juga nasabah berhak menuntut bank dalam hal terjadi pembocoran rahasia nasabah.
Selain wajib memahami haknya, nasabah juga perlu mengetahui kewajibannya saat menggunakan jasa lembaga keuangan. Di antaranya, mengisi dan menandatangani formulir yang telah disediakan oleh bank, sesuai dengan layanan jasa yang diinginkan oleh nasabah.
Baca juga: OJK Minta Bank Blokir Rekening terkait Judi Online
"Melengkapi persyaratan yang ditentukan oleh bank dan mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut," jelas Desy.
Menjaga kerahasiaan data pribadi dan aktifitas perbankan juga penting bagi nasabah untuk diketahui. Misalnya tidak membagikan nomor OTP (One Time Password) ke pihak lain dan tidak meminjamkan nomor tabungan ke pihak lain.
Dalam memilih dan menggunakan produk dan jasa dari perbankan, Desy menegaskan, konsumen dan masyarakat wajib memperhatikan beberapa hal. Misalnya, meneliti profil bank konvensional atau bank syariah.
Termasuk membaca dengan seksama setiap informasi atau kontrak yang berkaitan dengan produk atau jasa yang ditawarkan dan meminta penjelasan jika diperlukan. Juga memahami biaya-biaya yang dikenakan untuk produk keuangan yang akan digunakan serta memahami potensi imbal hasil dan risiko yang melekat pada produk keuangannya.
Simpanan dana masyarakat berupa tabungan, deposito, dan giro yang dihimpun oleh bank, baik konvensional maupun syariah (Fatwa No. 130/DSN-MUI/X/2019) akan dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca juga: OJK Kuatkan Pengawasan Cegah Praktik Investasi Bodong
Sejak 13 Oktober 2008, nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp2.000.000.000 per nasabah per bank. Kriteria simpanan yang dijamin (layak bayar) apabila bank dilikuidasi oleh otoritas berwenang adalah 3T, yaitu, tercatat pada bank (simpanan nasabah tercatat di bank), tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS atau LPS rate (khusus Bank Konvensional), dan tidak menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat, misalnya memiliki NPL dan terlibat fraud.
Untuk produk kredit, terdapat berbagai produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang mencakup kredit produk usaha (kredit modal kerja dan kredit investasi)dan kredit konsumtif.
Khusus untuk UMKM, terdapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan kredit bersubsidi oleh Pemerintah dengan nilai plafon hingga Rp500 juta. (Z-6)
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
Penetapan lima Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031 harus menjadi momentum penguatan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
SEJARAH baru tercipta di industri jasa keuangan Indonesia.
Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3).
KOMISI XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031.
Pelajari strategi manajemen keuangan rumah tangga terbaru 2026. Gunakan teknologi AI untuk atur anggaran, investasi, dan amankan dana darurat Anda.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
PENGGUNA layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan generasi Milenial dan Gen Z.
PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) kembali menghadirkan Bright Talk, sebuah program literasi keuangan yang dikemas secara interaktif dan inspiratif.
Layanan kebutuhan dana jangka pendek itu diberikan dengan berbagai jenis jaminan, seperti emas, elektronik, kendaraan, tas, dan jam tangan.
Literasi keuangan bukan hanya penting di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat di daerah-daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved