Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
VISI Indonesia Emas 2045 menggambarkan tekad kuat bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dan berdaulat.
Pencapaian visi Indonesia Emas 2045 tidak terlepas dari proses pelaksanaan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, serta lingkungan cerdas yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertumbuhan pesat kawasan perkotaan di Indonesia tidak hanya menciptakan dinamika baru, tetapi disertai dengan kompleksitas tantangan dan permasalahan yang harus dihadapi antara lain arus urbanisasi yang cepat, tekanan terhadap sumber daya, dan tantangan degradasi kualitas lingkungan.
Baca juga: Menko Airlangga: Inovasi dan Teknologi Pendorong Transformasi Industri Pangan
Oleh karena itu, penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi sangat krusial dalam merinci langkah-langkah strategis untuk mengarahkan pertumbuhan perkotaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan mencapai Indonesia Emas 2045.
“Masih terdapat gap antara penyusunan RDTR dalam realisasi Investasi di Indonesia dan saat ini penyusunan RDTR harus dapat beradaptasi dengan tantangan pengembangan ekonomi mendatang diantaranya urbanisasi, middle income trap, bonus demografi, sustainability development dan investment, economic development issues, blue and green economy serta global warming,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Wahyu Utomo.
Pernyataan Wahyu disampaikan saat memberi sambutan pada acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Mewujudkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Berkualitas untuk Mendorong Pertumbuhan Perkotaan Berkelanjutan Guna Mencapai Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Senin (11/12).
Baca juga: Lewat Reformasi Struktural yang Dilakukan Pemerintah, Resiliensi Perekonomian Nasional Terus Berlanjut
Melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan RDTR yang berkualitas yang didalamnya terdapat perumusan strategi dan langkah-langkah tindak lanjut yang konkrit untuk mencapai pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan sesuai dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Kegiatan FGD yang dilaksanakan secara luring dan daring dengan dihadiri oleh kurang lebih 400 peserta dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan para mahasiswa tersebut ditutup oleh Asisten Deputi Penataan Ruang dan Pertanahan Kemenko Bidang Perekonomian Marcia.
“RDTR bukan hanya sebagai alat perencanaan, tetapi juga sebagai wahana inovasi yang juga mempertimbangkan beberapa isu global yang dihadapi. Keberhasilan implementasi RDTR memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, ahli tata kota dan pihak-pihak terkait lainnya," jelas Marcia.
Baca juga: Presidensi G20 Brasil 2024: Saatnya Membangun Dunia yang Adil dan Berkelanjutan
"Selain itu, hadirnya perkembangan teknologi AI dan konsep baru seharusnya menjadi peluang kita dalam melakukan optimalisasi peningkatan kualitas perencanaan. Karena sebuah rencana harus dapat dibaca oleh pelaku usaha, sehingga implementasi dari pemanfaatan ruang dalam RDTR harus adaptif dan mudah untuk dilaksanakan,” ujar Asdep Marcia.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yakni Anggota Ikatan Ahli Perencana Indonesia Jati Pratomo, Kepala Dinas PTSP Kota Tangerang Selatan Maulana Prayoga, Director of Urban Planning & Design at DP Urban Consultant Singapore Djoko Prihanto, serta Dosen Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan – Institut Teknologi Bandung Teti Armiati Argo dan Woerjantari Kartidjo. (RO/S-4)
Proyek ini mencakup pembangunan koridor sepanjang 1,33 km yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar hingga Stasiun MRT Jakarta Kota
Fenomena urbanisasi telah mengubah cara hidup sebagian besar populasi dunia.
Sebanyak 95% kota-kota di Indonesia tidak memiliki transportasi umum modern. Bahkan banyak kota yang sama sekali sudah tidak memiliki fasilitas transportasi umum.
Trayek bus TransJakarta Koridor 1 dengan rute Kota-Blok M sempat akan dihapus karena rutenya bersinggungan dengan jalur MRT Lebak Bulus-Kota.
Serangan siber di Indonesia kian mengkhawatirkan, dengan tren yang semakin spesifik dan terarah ke kota-kota besar di Tanah Air.
DAHULU kala di kota Arroy--kota kuno di Iran utara--terdapat qadhi (hakim) yang kaya-raya. Suatu hari, kebetulan hari Asyura, datanglah seorang fakir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Kementerian ATR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat memperkuat fungsi kehutanan pada lahan-lahan milik PTPN I.
Pengaturan tata ruang, penyediaan ruang terbuka hijau, serta penerapan prinsip keberlanjutan sejak tahap awal pembangunan jadi unsur dalam konsep kawasan hunian ramah lingkungan .
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved