Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu kelembagaan pertanian yang anggotanya terdiri atas wanita yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian.
Oleh karena itu, perlu diberikan reward untuk memotivasi KWT dalam menjaga ketahanan pangan melalui penerapan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) secara berkelanjutan pada 24 kabupaten di 10 provinsi.
KWT dibentuk sebagai upaya keterlibatan kaum perempuan secara langsung pada pengolahan hasil pertanian.
Baca juga: Sinergi Kementan - DPR Maksimalkan Peran Kelompok Wanita Tani
Peran ganda wanita ini sangat strategis bagi peningkatan nilai tambah pengolahan hasil pertanian sehingga meningkatkan pendapatan keluarga petani.
Pengembangan KWT terus didorong dan didukung Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) agar mampu meningkatkan pengembangan usaha bisnis produk olahan hasil pertanian dan meningkatkan pendapatan keluarga petani melalui kegiatan SIMURP.
Upaya Program SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa fungsi KWT harus ditingkatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
"Sektor pertanian sangat strategis sebagai salah satu pilar ketahanan negara. Pertanian membutuhkan SDM yang tangguh dan menguasai budidaya hingga teknologi," katanya.
Baca juga: Rumah Tani Bantu Petani Terapkan Pertanian Inovatif dan Berkelanjutan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pemerintah berupaya memfasilitasi peningkatan pendapatan petani melalui pemberdayaan, peningkatan akses terhadap sumber daya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani.
"Pencapaian tujuan tersebut melalui pemberdayaan petani, pengembangan kelembagaan, peningkatan akses petani terhadap sumberdaya produktif, diversifikasi usaha dan penanggulangan kemiskinan," kata Dedi Nursyamsi.
Menurut Dedi Nursyamsi, pembinaan dan pendampingan KWT merupakan strategi mendukung pemberdayaan, penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani.
Juklak Penghargaan 2023
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP Kementan Bustanul Arifin Caya mengatakan Pusluhtan menyusun petunjuk pelaksanaan (Juklak) Penghargaan SIMURP 2023 sebagai panduan pengelola dan pelaksana SIMURP di pusat [NPIU], provinsi [PPIU], Kabupaten [KPIU] dan Kecamatan [BPP] serta pemangku kepentingan lainnya.
"Pelaksanaan penilaian dilakukan untuk menilai KWT yang layak menjadi KWT level Nasional dari lokasi kegiatan SIMURP tahun 2023," kata Bustanul yang juga menjabat Direktur NPIU SIMURP pada Juklak Penghargaan 2023 yang ditandatanganinya selaku Kapusluh.
Program SIMURP memberikan apresiasi pada KWT yang mampu meningkatkan pengembangan usaha bisnis produk olahan hasil pertanian dan meningkatkan pendapatan keluarga petani melalui kegiatan SIMURP diberikan reward.
Baca juga: Kementan Perkuat Kompetensi Para Petani Millenial di Kalsel
"Penetapan penghargaan bagi KWT melalui proses penilaian yang obyektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian tersebut harus memberi gambaran akurat dan terukur terhadap kinerja KWT yang dinilai," kata Bustanul.
KWT yang menjadi Nomine (diusulkan) oleh pemerintah provinsi (pemprov) lokasi kegiatan CSA harus memenuhi persyaratan umum bahwa KWT merupakan penerima manfaat kegiatan SIMURP dan sudah terdaftar pada Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Project Manager Program SIMURP, Sri Mulyani mengatakan Persyaratan Administrasi meliputi identitas calon KWT, Surat Keterangan [SK] bahwa KWT yang diusulkan berada di lokasi SIMURP, ada rekomendasi dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP].
"Ada bukti/dokumen dari unsur dan sub unsur kegiatan yang dinilai berupa Matrik Instrumen Penilaian Calon KWT Penerima Penghargaan lokasi SIMURP 2023," katanya. (S-4)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved