Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengusung tema “Sustainable Growth, Global Challenge”, BNI Investor Daily Summit 2023 mencoba untuk membahas tantangan dan peluang berkelanjutan ekonomi Indonesia di masa depan. Pada hari kedua BNI Investor Daily Summit 2023, beberapa agenda dan topik yang penting untuk perkembangan ekonomi dipaparkan langsung oleh para ahli, akademisi serta pengusaha.
Baca juga : Tantangan dan Harapan Ekonomi 2023
Di kesempatan ini, salah satu topik yang disajikan adalah pembahasan landscape politik dari tiga kandidat Presiden Republik Indonesia 2024 yang dibahas oleh Komisaris Utama B-Universe Enggartiasto Lukita, Direktur Utama B-Universe Rio Abdurrachman dan Muhammad Qodari selaku pengamat politik.
Pertumbuhan Ekonomi Lewat Ekonomi 'Hijau' Salah satu topik yang dibahas pada hari kedua acara BNI Investor Daily Summit 2023 adalah
Economic Growth Through Green Investment. Topik ini sangat menarik untuk dibahas, mengingat perubahan iklim yang terjadi saat ini memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi.
Bahkan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan perubahan iklim di Indonesia dapat berdampak hingga 3.5% PDB Nasional pada tahun 2100. Catatan penting dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tentang visi untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi di Indonesia lewat investasi dan hilirisasi.
Dihadiri oleh Direktur Risk Management Bank Negara Indonesia David Pirzada, Chief of Corporate Development PT. Astra Iswan Kosasih, dan Chief Executive Officer Star Energy Geothermal Hendra Soetjipto.
Topik ini dibahas secara mendalam melalui berbagai sudut pandang mulai dari efisiensi, efektivitas dan dampaknya terhadap ekonomi dan iklim bumi. Serta tidak lupa juga para panelis yang hadir membahas komitmen Indonesia untuk menjalani Paris Agreement yang sudah disepakati.
“Tantangan bagi energi ke depan masih banyak tapi mindset kita harus positif dan menerima bahwa arahnya sudah kesana instead menghindar lebih baik kita berpikir ke depan optimistis dan membuka kreativitas kita menuju net zero emission.” ujar David Pirzad melalui siaran pers yang diterima pada Minggu (29/10).
Kecerdasan buatan
Penerapan AI di industri dalam Industri 4.0 merupakan hal yang penting untuk dapat bersaing di pasar global. Tapi pemanfaatan kecerdasan buatan ini perlu juga didukung dengan kemampuan SDM yang memadai agar mampu menguasai dan memanfaatkan hadirnya kemajuan teknologi “AI is not something new. Tanpa disadari, sekarang hampir seluruh aspek kehidupan sudah menggunakan AI dan semua kemajuan teknologi tentu ada plus minusnya, tinggal kitanya yang harus bisa harus meningkatkan literasi digital.” ujar Irman Hermadi.
Pentingnya Membangun Industri Kesehatan Nasional Kesehatan menjadi salah satu sektor yang mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita. Hal ini terbukti ketika pandemi Covid-19 melanda. Dijelaskan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, bahwa keadaan pandemi tersebut mampu menyadarkan bahwa betapa pentingnya sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi. (B-4)
Presiden Prabowo kunjungi Jepang, bahas kerja sama investasi, energi, teknologi, hingga pendidikan demi memperkuat hubungan strategis RI-Tokyo.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide hadir dengan rasio layar 4:3, Snapdragon 8 Elite Gen 5, dan baterai 5.000 mAh. Cek spesifikasi lengkapnya di sini!
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Setelah diproduksi, minyak mentah bagianĀ milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved