Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri membenarkan terkait harga beras di pasar yang saat ini tengah mengalami lonjakan harga.
Abdullah mengatakan, faktor penyebab lonjakan harga tersebut diakibatkan oleh stok beras yang ada di penggilingan mulai menipis dan membuat harga beras terkerek naik.
"Penyebabnya karena memang stok di penggilingan itu tidak banyak. Itu membuat harga beras di penggilingan tidak karuan, sehingga ketika sampai di pedagang harganya sudah tinggi," kata Abdullah kepada Media Indonesia, Sabtu (2/9).
Baca juga : Lautan Jadi Peluang Ekonomi Baru bagi ASEAN
Walaupun saat ini harga beras di pasar mengalami kenaikan, Abdullah mengaku stok beras sendiri masih tercukupi dan tidak kekurangan di pasaran.
Namun, ia mengatakan, stok yang ada tersebut hanya sampai 4 bulan ke depan dan untuk mencari stok beras yang ada di penggilingan masih sulit.
Baca juga : Bapanas Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras
"Stok saat ini tercukupi di pasaran dan tidak kekurangan. Tapi memang untuk mencari di penggilingan dan untuk sampai 4 bulan ke depan itu relatif membuat kita untuk berpikir keras," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan penyebab terjadinya kenaikan harga beras di pasaran pada saat ini. Salah satunya, disebabkan oleh harga Gabah Kering Panen (GKP) yang melonjak ke angka Rp6.700 per kg sampai Rp7.300 per kg.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, kenaikan harga gabah itu diakibatkan oleh produksi padi yang saat ini tengah menurun akibat cuaca ekstrem El Nino. Sehingga, membuat stok GKP berkurang dan membuat para penggiling padi mengurangi produksi beras mereka karena kesulitan mendapatkan gabah dari petani dan juga karena harga yang tinggi.
"Saat ini para penggiling padi memerlukan stok GKP untuk dijadikan beras. GKP yang saat ini ada, tentunya tidak dapat mencukupi pabrik. Hal itu dikarenakan harga GKP yang beranjak naik akibat produksi padi yang menurun akibat El Nino," kata Arief kepada Media Indonesia, Sabtu (2/9). (Z-5)
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Dengan konsumsi masyarakat Kabupaten Mukomuko, lanjut dia, yang hanya 20 ribu ton per tahun, maka terdapat surplus sekitar 20 ribu ton beras.
Panen di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo masih dijual bebas, meski harga GKP (gabah kering panen) di bawah harga HPP Pemerintah.
Total produksi beras dari Januari hingga April 2025 mencapai 13,95 juta ton. Sementara total konsumsi beras pada Januari - April 2025 mencapai 10,36 juta ton.
Di Banyumas terdapat dua gudang, Cilacap memiliki empat gudang, sementara Banjarnegara dan Purbalingga masing-masing memiliki satu gudang
"Masa panen raya diprediksi berlangsung pada akhir Februari hingga April 2025,"
Presiden Prabowo Subianto akan menerbitkan peraturan pemerintah soal harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen Rp6.500
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved