Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan momentum 17 Agustus 1945 adalah tonggak awal Indonesia merdeka dan bebas dari ketertindasan, keterpurukan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan dalam setiap aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
Ia menambahkan, 17 Agustus 1945 adalah momentum, spirit kejuangan untuk terus bangkit dan menata menuju bangsa yang lebih maju, lebih Makmur, kuat dan mandiri.
“Salah satu tujuan kita merdeka adalah lepas dari seluruh kemiskinan, ketertinggalan dan menjadi negara dengan ekonomi yang kuat, masyarakat dan penduduk yang mandiri, kokoh, yang makmur dan sejahtera," ucap ujar pria yang kerap disapa Gus Imin tersebut pada Kamis (17/8).
Baca juga: Bangun Desa Wisata dengan Perencanaan yang Matang
"Agar kemerdekaan ini benar-benar terwujud nyata dalam kehidupan nasional, dan kehidupan bangsa kita, maka bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang makmur,” ujar Gus Imin.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan salah satu cara mewujudkan kemerdekaan menuju bangsa yang makmur adalah kita meletakkan desa sebagai bagian utama dalam pembangunan nasional.
Baca juga: Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, Mantan Kades Pulau Borang Divonis 6 Tahun Penjara
Oleh karena, menurut Gus Imin, desa lah yang menjadi tumpuan masyarakat yang paling banyak. Desa, dengan seluruh potensi alam dan seluruh potensi kekuatan ekonomi, merupakan sumber daya yang akan mengelola maka desa harus menjadi gerbang utama menuju kemerdekaan yang Makmur dan sejahtera.
Baca juga: Pembangunan Desa Jadi Prioritas Pemerintah untuk Cegah Urbanisasi
“Pembangunan desa adalah menuju Indonesia yang maju, desa yang maju adalah bagian utama dari tujuan kita merdeka. Spirit kemerdekaan kita wujudkan dalam pembangunan desa yang sungguh-sungguh. Desa Makmur, Indonesia Makmur. Desa yang maju, ekonomi bangsa maju. Itulah hakikat Indonesia Merdeka," paparnya.
"Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke-78. Dirgahayu Bangsa Indonesia. Majulah desaku, majulah bangsaku,” tutup Pimpinan DPR Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini. (RO/S-4)
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Komitmen ini menjadi penting sehingga memiliki persepsi publik yang kuat dan rekam jejak positif di kalangan masyarakat luas.
Isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved