Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) peluncuran Young Elaeis Ambassadors atau Duta Muda Kelapa Sawit di Jakarta, Sabtu (12/8).
Sekretaris Jenderal CPOPC Rizal Affandi Lukman mengungkapkan program tersebut dimaksudkan untuk melibatkan generasi muda negara-negara produsen dalam pengembangan minyak sawit. Mereka diharapkan memahami betapa pentingnya komoditas dan industri tersbeut bagi kehidupan manusia.
Rizal menyebut, saat ini, banyak petani kecil di Indonesia dan Malaysia khawatir terkait regenerasi. Mereka melihat generasi muda sekarang kurang berminat untuk melanjutkan jejak para pendahulu sebagai petani kelapa sawit.
Baca juga: DPR: Perlu Dukungan Legislasi untuk Pertahankan Industri Kelapa Sawit
“Padahal untuk terus dapat memenuhi permintaan sawit yang tinggi, potensi dan kreativitas anak muda sangat dibutuhkan. Namun, hal itu tidak dapat terwujud tanpa adanya kemauan untuk terlibat aktif dalam industri tersebut,” tegas Rizal.
Dalam pandangan Pejabat Senior dari masing-masing negara anggota CPOPC, generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan dunia yang berkelanjutan.
Baca juga: Relawan Wong Kito Dewe Gelar Pelatihan Pembibitan Sawit di Musi Banyuasin
Sekretaris Jenderal, Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia Mad Zaidi Bin Mohd Karli menyatakan, komitmen terhadap produksi yang bertanggung jawab, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial telah menjadikan palem sebagai contoh utama bagaimana komoditas dapat dibudidayakan untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan planet ini.
Ia pun menganggap program Duta Muda Elaeis di Hari Pemuda Internasional menjadi penekanan betapa seriusnya negara-negara prodsuen dalam mendorong perubahan dan mempromosikan keberlanjutan di dunia saat ini.
Deputi Koordinasi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian RI Musdhalifah Machmud mengungkapkan kontribusi kelapa sawit sebagai bagian dari kebutuhan pangan dan energi akan menjadi sangat penting di masa depan.
Mereka adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi terkait komoditas sawit sesuai fakta akan sangat menentukan masa depan sawit nasional.
“Oleh karena itu, peran generasi milenial sangat dibutuhkan. Kita perlu memiliki keberlanjutan dari hulu ke hilir dan meningkatkan harmonisasi people, profit, dan planet,” tuturnya. (Z-11)
Kejaksaan Agung mengungkap modus korupsi ekspor CPO dengan dokumen palsu POME, melibatkan 11 tersangka dan merugikan negara Rp14 triliun.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Stasiun Tebing Tinggi memacu kelancaran distribusi komoditi nasional melalui konektivitas langsung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dan PKS Pabatu.
Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia menuntut keterlibatan nyata lintas generasi, khususnya generasi muda.
Di tengah padatnya dunia digital, tantangan terbesar adalah menjaga agar suara tidak mengalahkan pemahaman, dan teknologi tidak mengikis empati.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved