Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Barito Pacific membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$82 juta di semester pertama 2023. Angka tersebut tumbuh 173,3% dibandingkan capaian di periode sama di tahun sebelumnya, yang hanya US$30 juta.
Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan hasil kinerja keuangan yang apik itu mencerminkan moderasi momentum pemulihan ekonomi Tiongkok. Apa yang terjadi di Negeri Tirai Bambu, berdampak pada industri petrokimia global.
Kendati demikian, ke depan, perusahaan tidak mau terus bergantung pada situasi global. Barito Pacific akan melakukan diversifikasi dan membangun profil ketahanan yang lebih kuat sebagai bagian dari upaya trasnformasi.
Baca juga: Laba BTN Syariah Capai Rp281,21 Miliar di Semester I 2023
"Secara keseluruhan, hasil dari transformasi bisnis kami melalui ekspansi pada segmen panas bumi terus berkontribusi positif terhadap kinerja konsolidasi keuangan perusahaan," ujar Agus dalam keterangan resmi, Senin (31/7).
Di tengah laba bersih yang tumbuh sampai 173%, ada anomaly yang terjadi. Pendapatan bersih perusahaan mengalami penurunan 15,1% dari US$1,6 miliar di semester pertama 2022 menjadi US$1,3 miliar di semester pertama 2023.
Baca juga: Laba Bersih BTPN Terkoreksi 13% di Semester Pertama 2023
Agus mengatakan penurunan tersbeut terjadi karena penjualan yang lebih rendah, seiring dengan dinamika supply dan demand yang masih berlanjut di segmen petrokimia. Meskipun pendapatan menurun, pemulihan operasional petrokimia dan segmen panas bumi yang stabil mendorong pertumbuhan EBITDA yang lebih kuat yakni sebesar 35% menjadi US$349 juta di semester pertama tahun ini, dari posisi US$258 juta.
Selain penguatan laba, perusahaan juga terus menjaga dengan baik profil likuiditas di enam bulan pertama 2023, dengan rasio utang terhadap modal 53% dan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0,75x. (RO/Z-11)
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
Laporan keuangan bulanan (bank only) dari Bank Mandiri Januari 2026 mencatat realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year) menjadi Rp1.511,4 triliun.
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Berdasarkan hasil audit 2023, realisasi skor tingkat kesehatan PT Len termasuk dalam kategori Sehat.
Di kuartal 1 2024, Perseroan sukses membukukan peningkatan pendapatan sebesar 14,6% menjadi Rp338,5 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja segmen usaha dan pendapatan mampu mendongkrak laba bersih Perseroan sebesar Rp39 miliar pada tahun 2023.
Dengan total nasabah tertanggung mencapai 454.968 jiwa, BCA Life sukses memenuhi kewajibannya untuk membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp737,61 miliar.
Sepanjang 2023, Dewas telah menerima pengaduan masyarakat yang jumlahnya adalah berhubungan dengan etik 67 laporan dan yang bukan berhubungan dengan etik ada 82 laporan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved