Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 16 provinsi dengan tingkat inflasi di atas tingkat nasional. Menurutnya, untuk menekan inflasi diperlukan kolaborasi antara pusat dan daerah dan antardaerah yang kuat.
"Inflasi yang relatif tinggi terjadi di beberapa daerah di kawasan Timur, terutama didorong oleh tarif angkutan udara dan harga pangan. Gangguan cuaca menimbulkan kendala pada distribusi," jelas Sri Mulyani dalam kegiatan penyerahan insentif fiskal terkait pengendalian inflasi daerah, Senin (31/7).
Ke-16 provinsi tersebut memiliki tingkat inflasi di atas tingkat inflasi nasional yang tercatat 3,52% pada Juni 2023. Sri Mulyani mengatakan, diperlukan kebijakan yang bisa memperkuat distribusi guna menekan biaya logistik agar inflasi dapat dikendalikan.
Baca juga: BI: Inflasi Masih Terjaga
Itu juga mesti sejalan dengan upaya mitigasi ancaman El Nino yang dapat mengganggu stabilitas pangan di daerah.
"Kita masih punya PR, karena antardaerah itu dinamika harga masih cukup tinggi. Faktornya ini bukan hanya distribusi supply saja, tapi juga karena sekarang ada masalah iklim El Nino. Jadi mohon semua berhati-hati," kata perempuan yang karib disapa Ani itu.
Adapun 16 provinsi tersebut, yakni Maluku dengan inflasi 6,1%; Maluku Utara 5,4%; Sulawesi Tenggara 5,3%; Jawa Timur 4,6%; Nusa Tenggara Timur 4,6%; Sulawesi Selatan 4,6%; dan Papua Barat 4,3%.
Baca juga: Kalteng Kembali Buka Pasar Murah Guna Kendalikan Inflasi
Kemudian Kalimantan Selatan 4,3%; Daerah Istimewa Yogyakarta 4,2%; Papua 4,1%; Kalimantan Barat 4,1%; Sulawesi Tengah 3,9%; Kalimantan Timur 3,8%; Bengkulu 3,7%; dan Kalimantan Tengah 3,5%. (Z-6)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved