Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
STAF Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Vivi Yulaswati berpendapat dampak negatif dari kegiatan pertambangan yang meningkat mulai terlihat. Itu antara lain pendidikan dan kesehatan yang tidak memadai bagi masyarakat di sekitar lokasi tambang karena pesakitan masyarakat yang meningkat, termasuk jenis penyakitnya.
"Rusaknya lingkungan sehingga produk ikan, pertanian terganggu, udara buruk, dan seterusnya," sambung Vivi melalui keterangan tertulis kepada Media Indonesia, yang diterima di Jakarta, Minggu (23/7) malam.
Hal itu disampaikan Vivi saat ditanya soal kausalitas antara tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi di daerah yang menjadi fokus hilirisasi tambang, seperti Sulawesi dan Maluku. Sebab, efek ganda dari hilirisasi dinilai belum optimal mengingat persentase penduduk miskin di wilayah tersebut juga masih tinggi.
Baca juga : ASEAN Blue Economy Forum Tegaskan Kepemimpinan Indonesia di Kawasan
Vivi sendiri mengaku belum melihat data yang menunjukkan terjadinya ketimpangan. Namun, ia menyebut ada beberapa kemungkinan yang menjadi faktor penyebabnya, seperti hilirisasi nikel yang bersifat padat modal dan teknologi.
Baca juga : Bappenas: Ekonomi Biru Mesin Baru Pertumbuhan ASEAN
"Tantangan utamanya adalah technical skill dan knowledge dari SDM kita," jelasnya.
Menurut Vivi, tidak banyak universitas yang memiliki program studi metalurgi atau perilaku fisika dan kimia dari unsur-unsur logam maupun material science. Padahal, ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan dalam pengembangan hilirisasi nikel.
"Infrastruktur pendidikan untuk pekerja nikel juga masih sangat terbatas di daerah-daerah kita yang kaya akan cadangan nikel seperti Sulawesi dan Maluku Utara. Hal ini yang perlu disiapkan untuk ke depannya," tandas Vivi. (Z-8)
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia untuk melanjutkan operasional di Tambang Tutupan Selatan
PENELITI Senior Core Indonesia Muhammad Ishak Razak menilai, perpanjangan IUPK Grasberg milik PT Freeport untuk periode 2041–2061, mencerminkan masih rendahnya daya tawar RI.
Loggis teken kerja sama dengan HD Hyundai Infracore Asia untuk distribusi alat berat DEVELON, mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor tambang.
Pertambangan berkontribusi sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara mencapai Rp140,5 triliun pada 2024.
PT Multi Harapan Utama (MHU) memanfaatkan momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 untuk menegaskan kembali pentingnya keselamatan kerja.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mengusulkan rencana penyesuaian wilayah pertambangan (WP) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved