Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi industri keuangan nasional berada dalam kondisi yang baik dan berdaya tahan. Itu dibuktikan melalui Global Bank Stress Test dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, dari pengujian lembaga pemberi pinjaman itu, diketahui bahwa dalam skenario terburuk pun stabilitas keuangan Indonesia masih tetap terjaga.
Itu didasari pada kondisi permodalan dan likuiditas industri keuangan nasional diperkirakan mampu menyerap potensi risiko yang timbul. "Perekonomian relatif baik dibandingkan negara lain. Ini juga didukung oleh resiliensi sektor keuangan," ujar Mahendra dalam konferensi pers secara daring, Selasa (4/7).
Baca juga: Kinerja APBN Hingga Mei 2023 Masih Positif di Tengah Gejolak Perekonomian Global
Dia menambahkan fungsi intermediasi di sektor keuangan Indonesia juga menunjukkan peningkatan meski berada di tengah ketidakpastian global. Selain itu tekanan dari tingginya ketidakpastian dunia terhadap korporasi di Indonesia juga terindikasi melemah.
Namun otoritas turut mendorong agar korporasi di Tanah Air melakukan transisi dari masa krisis ke pascakrisis dengan baik. Normalisasi perlu dilakukan bertahap agar tak menimbulkan dampak kejut baru yang justru dapat melahirkan tekanan.
Baca juga: Ketidakpastian Perekonomian Global Meningkat, Permintaan Domestik Membaik
Upaya normalisasi oleh korporasi juga mesti dilakukan dengan benar agar tak menimbulkan penyimpangan atau moral hazard. Sejalan dengan itu, korporasi sektor keuangan didorong untuk menyiapkan dana pencadangan yang memadai sebagai bentuk antisipasi. (Z-6)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved