Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGANGGURAN naik tipis di Jerman pada Juni dalam data resmi, Jumat (30/6). Ini merupakan tanda terbaru dari kelemahan ekonomi terbesar di Eropa.
Tingkat pengangguran naik tipis menjadi 5,7% setelah tetap stabil di 5,6% sejak Maret. Demikian angka dari badan tenaga kerja federal BA.
Analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan suku bunga tetap tidak berubah. Jerman, "Merasakan dampak dari kondisi ekonomi yang lebih sulit di pasar tenaga kerja," kata Kepala BA Andrea Nahles dalam suatu pernyataan.
Baca juga: Perekonomian Makmur Jerman bakal Ucapkan Selamat Tinggal?
Secara absolut, jumlah orang yang kehilangan pekerjaan naik sekitar 11.000 bulan ke bulan menjadi 2,55 juta. Bahkan tanpa memperhitungkan kedatangan pengungsi Ukraina yang mencari pekerjaan, tingkat pengangguran Jerman akan meningkat bulan ini.
Jerman jatuh ke dalam resesi teknis pada awal tahun menyusul kontraksi dua kuartal berturut-turut. Ini karena inflasi yang dipicu oleh lonjakan biaya energi dan suku bunga yang lebih tinggi.
Baca juga: Perekonomian Spanyol kembali ke Tingkat sebelum Pandemi
Konsumen terus membatasi pengeluaran mereka dalam beberapa bulan terakhir. Permintaan untuk pinjaman perusahaan dan rumah tangga anjlok karena penaikan suku bunga Bank Sentral Eropa membuat pinjaman menjadi lebih mahal. Lembaga ekonomi terkemuka itu sekarang mengharapkan ekonomi Jerman menyusut 0,2% hingga 0,4% pada 2023.
Sebagai akibat dari prospek yang lebih suram di pusat kekuatan industri Eropa, "Banyak pengusaha tidak terlalu mencari pekerja terampil," kata kepala ekonom KfW Fritzi Koehler-Geib. "Jika keamanan pekerjaan menjadi perhatian yang semakin besar bagi para pekerja, langkah itu dapat menghilangkan sebagian tekanan dari tuntutan upah," imbuh ekonom bank ING, Carsten Brzeski.
Pejabat ECB berulang kali menyatakan keprihatinan tentang upah yang lebih tinggi mendorong inflasi, karena pekerja di banyak negara mendorong kenaikan gaji untuk mengompensasi kenaikan biaya hidup. "Sedikit melemahnya pasar tenaga kerja dapat membantu meredam tekanan upah," kata Brzeski kepada AFP. (Z-2)
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Baznas RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memberikan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat zakat (mustahik) di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.
Prabowo menjelaskan bahwa disrupsi akibat AI dan robotika berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan manusia, terutama di sektor manufaktur dan riset.
Pemerintah telah menggulirkan Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi, khusus untuk sarjana dan diploma yang baru lulus atau akan lulus dalam setahun terakhir.
Tingkat pengangguran muda di Indonesia berada di angka 17,3% dan menjadikannya tertinggi kedua di Asia setelah India.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved