Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengungkapkan langkah pemerintah yang memilih untuk menolak impor kereta bekas dapat mempengaruhi tarif commuter line nantinya. Terlebih Agus mengungkapkan kenaikan tarif kereta dapat menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
“Tiket akan bisa naik harga, kecuali pemerintah mau menambah subsidi. Kereta sudah mahal terus disubsidi,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia pada Jumat (23/6).
Agus menegaskan kebutuhan akan pengadaan kereta untuk menggantikan kereta yang digunakan saat ini tengah mendesak. Hal ini dikarenakan sebanyak 10 rangkaian kereta api Jabodetabek akan ditarik dari peredaran.
“Waktu itu kenapa saya menyegerakan untuk pengambilan bekas saja, krn bekas itu masih bisa beroperasi 20 tahunan lebih,” tambahnya.
Agus menyoroti sikap pemerintah yang saat ini tidak jelas arah kebijakannya dalam persoalan impor kereta saat ini. Dirinya menilai dengan terus lakukan impor kereta, maka penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tidak sama sekali terlibat. Padahal pemerintah saat ini gencar menggaungkan penggunaan TKDN.
“Kalau impor kan tkdn nya 0 persen terus pemerintah ini mau kemana, tidak jelas. Sekarang terserah saja yang penting kereta itu ada,” imbuhnya.
Selain itu, Dirinya menyebut jika menunggu kereta baru hingga tahun 2025 justru akan menimbulkan persoalan baru. Lebih jauh dirinya mengatakan penumpukan yang terjadi di Stasiun Manggarai nantinya akan terjadi di stasiun Jabodetabek. Tidak hanya itu, masyarakat nantinya akan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi sehingga menambah kemacetan di ruas jalan Jakarta. Terlebih sebagian besar masyarakat Bodetabek bekerja di Jakarta.
“Kalau kereta yang ada dipaksakan berjalan kemungkinan kecelakaannya tinggi, kedua kalau tidak ada keputusan pengadaan yg tahun ini akan ditarik 10 rangkaian itu akan mempengaruhi angkutannya, karena akan banyak orang yang tidak bisa diangkut, dan mereka akan terlantar di stasiun,” imbuhnya.
“Kalau itu sampai terjadi siapa yang bertanggung jawab? Menteri Perhubungan? Menteri Perindustrian? Menteri Perdagangan? atau Menkomarves?,” pungkasnya. (JDP/E-1)
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat memasuki arus balik Lebaran 2026. Masih tersedia sekitar 500ribu tiket
MANAJER Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan bahwa puncak arus balik di Daop 6 Yogyakarta mulai terlihat pada besok atau 23 Maret 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaan selama perjalanan mudik
KAI juga menginformasikan masih tersedianya tiket dengan tarif diskon 30 persen untuk periode keberangkatan 20–29 Maret 2026.
Penjualan tiket kereta api selama masa Angkutan Lebaran juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga Minggu (15/3) sore atau H-6 Lebaran, tiket yang telah terjual mencapai 214.624 tiket.
Di Stasiun Pasar Senen, Minggu (15/3) malam, antrean penumpang terlihat mengular di area pemeriksaan tiket dan pintu masuk peron.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved