Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA harus mampu menjadi kekuatan ekonomi mengingat pemerintah pusat telah menggelontorkan Dana Desa selama ini. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan semua pemangku kebijakan harus satu orientasi agar desa bangkit.
Menurut dia, satu desa dengan desa yang lain memiliki perbedaan potensi. Untuk itu, para pemangku kebijakan di satu desar harus menentukan potensi unggulan yang akan digali dan diwujudkan untuk menjadi kekuatan ekonomi.
"Kesepakatan ini harus lahir dari stakeholder di desa tersebut. Bukan lahir dari program pemerintahan di atas desa," ujar LaNyalla di acara Sarasehan Asosiasi Kepala Desa Gresik bertema Otonomi Desa untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat di Gresik, Jatim, Minggu (18/6/2023).
Baca juga: Anies: Lihat saja Jakarta kalau Mau Lihat Masa Depan
Ia menegaskan, kesatuan orientasi itu harus bersifat dari bawah dan bukan top down. Bukan atas arahan bupati, gubernur atau presiden sekalipun. Menurut LaNyalla, yang lebih tahu potensi desa adalah warga di desa itu.
DPD RI, lanjut dia, sedang mendorong revisi UU Nomor 6 Tahun 2014 untuk lebih memberi ruang otonom dalam penentuan skala prioritas penggunaan Dana Desa. Salah satu peran dan fungsi DPD untuk memastikan daerah atau desa mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan.
Baca juga: Puan-AHY Dijadwalkan Bertemu di GBK Hari Ini
“Meskipun di UU yang sekarang ini, kemandirian desa juga telah diberikan, tapi kan Kepala Desa masih merasa tertekan dengan penentuan alokasi dana desa dari pusat,” ungkapnya.
Dia pun sepakat pemerintah pusat sudah seharusnya mengucurkan Dana Desa yang diperbesar dari tahun ke tahun.
"Makanya berulang kali saya sampaikan Desa harus menjadi kekuatan ekonomi. Bukan hanya untuk mencegah urbanisasi. Tetapi lebih dari itu, karena Sumber Daya Alam dan Sumber Ketahanan Pangan Nasional, sejatinya berada di desa," papar LaNyalla.
LaNyalla hadir didampingi staf khusus dan Kepala Kantor Cabang DPD Jawa Timur Rony Suharso. Hadirpula Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas PMD Gresik Abu Hasan, dan Ketua Asosiasi Kepala Desa Gresik Nurul Yatim. (RO/A-3)
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
Program pembangunan pedesaan di Jawa Tengah pada 2026 dipastikan terganggu lantaran dana desa yang bakal diterima anjlok dari Rp1 miliar per desa menjadi Rp300 juta-Rp400 juta.
Sistem pengawasan yang berjalan saat ini sudah maksimal dan sudah dilakukan secara berlapis melalui jejaring Kemendagri dan perangkat daerah.
Ia menjelaskan, dana yang mengalir ke desa berasal dari dua sumber, yakni dana desa dari APBN dan alokasi dana desa dari APBD yang porsinya mencapai 10% dari DAU dan DBH.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Seorang kepala desa nonaktif di Brebes, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi setelah dua tahun buron.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved